Kajari Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan Cipto

Foto : CP-06 PENETAPAN TERSANGKA. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, M Syarifuddin SH MH dan jajarannya gelar Press Confrence soal penetapan tersangka dugaan korupsi peningkatan pekerjaan Jalan Cipto Mangunkusumo di Kantornya, Senin (22/7).

KEJAKSAN – Kejaksaan Negeri Kota Cirebon tetapkan 3 tersangka dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara atas pekerjaan peningkatan Jalan Cipto Mangunkusumo.

Pekerjaan tersebut berupa lanjutan beton Jalan dari depan CSB Mall sampai dengan Lampu Merah perempatan Jalan Wahidin serta pembangunan trotoarnya.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, M Syarifuddin SH MH didampingi rekannya saat Press Confrence di Kantornya, Senin (22/7).

“Kami telah tetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Jalan Cipto Mangunkusumo anggaran DAK Tahun 2017. Yakni kontraktor SH selaku Direktur PT Tidar Sejahtera, S lengawas lapangan CV Duta Cipta, dan HR dari Dinas PUPR selaku PPTK,” kata Syarifudin.

Syarifudin mengungkapkan, setelah dihitung oleh perhitungan ahli dan hasil audit dari BPKP pekerjaan tersebut mengalami kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar dari total anggaran Rp10,6 miliar yang tertera pada dokumen kontrak.

“Kami telah melakukan ekspose internal dan telah ditentukan tersangkanya kontraktor, konsultan dan PPTK di DPUPR,” ungkapnya.

Menurut Syarifudin, mereka yang paling bertanggung jawab dilapangan. “Kami akan tuntaskan perkara ini, tentunya penyidik bisa bekerja cepat dan tuntas,” tegasnya.

Masih kata Syarifudin, pihaknya telah menemukan minimal dua alat bukti, dimana terdapat peran dalam pengadaan barang dan jasa sehingga dengan jelas azas perbuatan melawan hukumnya.

Tak hanya itu, lanjut Syarifudin, hasil uji fisik di lapangan Jalan Cipto, dengan penilaian real di lapangan dengan dokumen didapatkan bahwa volume, kuantitas dan kualitas.

“Disana ada volume pengurangan bahan baku senilai Rp2,3 miliar, dan pengurangan kualitas sebesar Rp300 juta sehingga total kuantitas dan kualitas sebesar Rp2,6 miliar kerugian negaranya,” jelasnya.

Kemudian, masih kata Syarifudin, pengurangan kualitas beton yang seharusnha K400 dan hasil uji hanya K300 dan K275. Untuk itu, kerugian volume pekerjaan kekurangan bahan dari segi panjang dan lebar.

“Banyak sekali kekurangan pekerjaannya. Tidak sesuai dengan spesifikasi dan ditemukan kerugian negara,” ujarnya.

Syarifudin menuturkan, proses berjalannya kasus ini, diakuinya cukup lama karena menunggu hasil dari BPKP. Padahal, sudah sejak Bulan Desember 2018 perkara sudah matang.

“Kami baru beberapa hari ini dapat kepastian dari BPKP, sehingga sudah dipegang kerugian negara sekitar Rp2,6 miliar,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Kajari Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Peningkatan Jalan Cipto"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*