PPK DAK Rp39 Miliar Diborong Sendirian, Kabid Bina Marga Curhat Kekurangan SDM

KEJAKSAN – Komisi II DPRD Kota Cirebon menggelar hearing bersama dengan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umjm dan Penataan Ruang (DPUPR) atas pekerjaan peningkatan 5 ruas jalan menggunakan DAK senilai Rp39 miliar di ruang rapat Gedung DPRD, Kamis (4/10). Dihadapan Anggota DPRD, Bidang Bina Marga curhat atas kurangnya SDM dalam pelaksanaan DAK Rp39 miliar tersebut.

Dalam rapat tersebut juga, Manajemen Konstruksi (MK) peningkatan lima ruas jalan menyampaikan progres pekerjaan, untuk progres Pekerjaan Jalan Wahidin mencapai 37,99%, progres Jalan Drajat mencapai 38,45%, progres Jalan Evakuasi mencapai 36,88%, progres Jalan Ciremai Raya mencapai 43,27%, serta progres Jalan Karanggetas mencapai 65,43%.

Empat jalan yang progresnya masih belum mencapai 50% memiliki banyak kendala, hal itu seperti dikatakan oleh Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cirebon pada saag rapat.

Hanry David mengatakan kendala yang dihadapi secara umum adanya kepadatan, banyak sekali PKL yang menempati ruas trotoar, utilitas, serta kendala reklame.

“Kami banyak menemui kendala, salah satunya utilitas kabel dibawah tanah pada Jalan Evakuasi yang menghambat penempatan U Ditch untuk drainase,” kata Hanry dihadapan Komisi II DPRD.

Tak hanya itu, lanjut Hanry, faktor staf di PUPR yang sudah sangat minim dimana lada bina marga yang tenaga teknik hanya 3 Orang saja, yakni Rifai, Nungki dan Ajid. Kemudian, kata dia, Ajid karena faktor usia dan fokus pada tugas lainnya sehingga tidak sanggup melaksanakan tugas DAK Rp39.

“Pengelola kegiatan pada Bina Marga ada 21 staf, meninggal 1 dan sudah diganti 1 dari Kuningan namun tenaga humas. Praktis tidak ada yang mumpuni sebagai tim teknis dari sisi jumlah pekerjaan,” ujarnya.

Masih kata Hanry, pekerjaan 5 ruas jalan yang baik disetiap 1 ruas memiliki satu PPK dan punya tim teknis masing-masing atau paling banyak 2 ruas satu PPK dan PPTK. Dan yang terjadi, lanjut dia, PPK nya di borong oleh dirinya semua.

“Hal tersebut memang beban yang sungguh luar biasa yang kami jalankan saat ini,” ungkapnya.

Hanry mengakui, pihaknya sangat membutuhkan tenaga teknik, seperti Otong yang sebelumnya menjadi PPHP, ditarik menjadi bendahara. Bahkan, pihaknya sudah mencari sampai 10 orang, namun sudah tidak ada lagi.

“Akhirnya, kami dibantu oleh tenaga PPHP menjadi bendahara untuk sementara. Dan saat ini PPHP kosong dan yang menjadi PPHP tidak bisa serta merta tenaga umum lainnya, kecuali dia punya pengalaman teknik,” jelasnya.

Hanry menuturkan, persoalan seperti ini sangat memepengaruhi pekerjaan. Praktis, kata dia, tenaga inti teknis hanya 5 dan 15 lainnya tenaga yang mengurus taman tidak ikut dalam tim teknis DAK Rp39.

“Seperti Pak Darica ahli utilitas membantu, tapi tidak masuk kedalam tim teknis,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno mengatakan, Jalan Karanggetas yang sudah memiliki progres mencapai diatas 50% dibandingkan dengan 4 ruas jalan lainnya. Namun, ada beberapa kendala dalam peningkatan lima ruas jalan ini seperti banyaknya PKL, banyak pipa bekas reklame yang harus segera di tertibkan.

“Saya harap pihak terkait yang terkena dalam pembangunan trotoar ataupun jalan, agar kooperatif. Sehingga, pembangunan dapat maksimal,” kata Agung. (CP-06)

Be the first to comment on "PPK DAK Rp39 Miliar Diborong Sendirian, Kabid Bina Marga Curhat Kekurangan SDM"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*