KEJAKSAN – Geliat tempat wisata baru baik Kampung Arab maupun Kampung Pecinan di Kota Cirebon masih belum terlihat dipadati wisatawan.
Padahal, pembangunan fisik yang menjadi ciri khas kedua kampung tersebut sudah maksimal dilakukan oleh dinas terkait.
Disisi lain, publikasi yang belum maksimal oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon atas wisata Kampung Arab dan Pecinan menjadi salah satu faktor belum terlihatnya simbol sebagai tempat tujuan utama wisatawan.
Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Fraksi Golkar, Indra Kusuma Setiawan saat diwawancarai Cirebonpos disela-sela kegiatannya di Gedung DPRD, Selasa (14/4).
“Kampung Arab maupun Pecinan belum maksimal menjadi tujuan utama wisatawan ke Kota Cirebon. Mungkin, belum terlalu intens publikasi yang dilakukan oleh dinas nya,” kata Indra.
Indra mengungkapkan, secara fisik kedua tempat wisata baru Kota Cirebon tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri selain wisata kuliner maupun wisata lainnya.
“Fisiknya sudah baik pembangunannya, tinggal memanfaatkan ciri khas Kampung Arab dan Pecinan untuk lebih ditonjolkan ke luar daerah,” ungkapnya
Masih kata Indra, peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi penting untuk terus menawarkan wisata-wisata yang ada di Kota Cirebon kepada wisatawan baik lokal maupun luar negeri.
“Hal itu bisa lewat media sosial yang secara inten terus dipublikasikan, sehingga masyarakat luar bisa penasaran datang ke Kota Cirebon,” ujarnya.
Indra pun menuturkan, selain sektor kuliner, kedua kampung tersebut bisa menjadi poin penambahan PAD baru bagi Kota Cirebon. Sehingga, pembangunan secara menyeluruh bisa semakin baik.
“Semua sektor penghasil PAD cukup baik. Bisa tambah baik lagi jika dua lokasi tersebut dimaksimalkan menjadi tujuan utama wisatawan datang di Kota Cirebon,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Kampung Arab dan Pecinan Belum Optimal, Anggota DPRD Ingatkan Disbudpar"