BANDUNG – Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia sekaligus mendorong pelestarian batik sebagai identitas bangsa yang memiliki nilai seni, filosofi, dan potensi ekonomi.
Anggota DPRD Jawa Barat, H Taufik Hidayat SH mengajak, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan batik dengan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Taufik, batik bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan warisan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi, kreativitas, serta kearifan lokal masyarakat Indonesia.
“Hari Batik Nasional harus menjadi momentum untuk meningkatkan kebanggaan kita terhadap produk budaya bangsa. Batik merupakan identitas Indonesia yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Taufik Hidayat.
Ia menilai, pelestarian batik perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai upaya, mulai dari pengenalan batik di lingkungan keluarga dan sekolah, penggunaan batik dalam berbagai kegiatan, hingga pengembangan industri batik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi batik. Kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan inovasi motif, desain, dan pemasaran batik tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya.
Selain memiliki nilai budaya, Taufik menegaskan bahwa batik juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Industri batik dapat menjadi sumber penghidupan bagi para perajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang terlibat dalam rantai produksinya.
Karena itu, ia mendorong adanya dukungan berkelanjutan terhadap para perajin batik melalui peningkatan keterampilan, perluasan akses pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan promosi produk lokal.
“Pelestarian batik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para perajinnya. Jangan sampai kita bangga mengenakan batik, tetapi kurang memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha dan kehidupan para pembuatnya,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat terus mendorong pertumbuhan industri batik melalui pembinaan UMKM, fasilitasi promosi, serta perluasan akses pasar agar produk batik lokal semakin dikenal dan mampu bersaing.
Menurut Taufik, wilayah Cirebon memiliki kekayaan budaya batik yang patut dibanggakan, salah satunya Batik Trusmi yang dikenal dengan keragaman motif dan karakter khasnya. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
Lebih lanjut, Taufik mengingatkan bahwa melestarikan batik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau para perajin, melainkan seluruh masyarakat Indonesia.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Batik Nasional sebagai pengingat bahwa kebudayaan harus dirawat melalui tindakan nyata, termasuk dengan mengenakan, membeli, mempromosikan, dan memperkenalkan batik kepada generasi penerus.
“Mari kita cintai batik Indonesia, dukung para perajin lokal, dan jadikan batik sebagai kebanggaan bangsa. Dengan melestarikan batik, kita tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Hari Batik Nasional, Taufik Hidayat Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Budaya Bangsa"