CIREBON — Kabupaten Cirebon menunjukkan struktur demografi yang didominasi usia produktif.
Data terbaru memperlihatkan kelompok umur 15–39 tahun menjadi penyumbang terbesar jumlah penduduk, memberi peluang besar bagi percepatan pembangunan daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk ‘Kabupaten Cirebon dalam Angka 2026’, total penduduk Kabupaten Cirebon tercatat mencapai 2.413.814 jiwa, terdiri dari 1.221.080 laki-laki dan 1.192.734 perempuan.
Komposisi ini relatif seimbang, dengan laki-laki sedikit lebih banyak dibanding perempuan.
Kelompok usia 25–29 tahun menjadi yang terbanyak dengan 200.950 jiwa. Disusul kelompok 35–39 tahun sebanyak 200.444 jiwa, serta usia 5–9 tahun yang mencapai 197.611 jiwa. Sementara itu, kelompok usia 30–34 tahun juga cukup besar, yakni 197.058 jiwa.
Dominasi usia produktif juga terlihat pada rentang 20–24 tahun sebanyak 180.467 jiwa, dan 15–19 tahun sebanyak 174.280 jiwa.
Kondisi ini mencerminkan potensi tenaga kerja yang besar dan menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, jumlah penduduk usia anak (0–14 tahun) masih cukup signifikan. Kelompok usia 0–4 tahun tercatat 200.885 jiwa, sedangkan usia 10–14 tahun mencapai 172.941 jiwa.
Hal ini menunjukkan kebutuhan layanan pendidikan dan kesehatan anak tetap menjadi prioritas.
Masih menurut BPS, jumlah penduduk lanjut usia relatif lebih kecil. Kelompok usia 60 tahun ke atas secara keseluruhan berada di bawah 100 ribu jiwa per kelompok umur.
Misalnya, usia 60–64 tahun tercatat 94.573 jiwa dan usia 75 tahun ke atas sebanyak 38.320 jiwa.
Komposisi penduduk yang didominasi usia produktif ini dapat menjadi bonus demografi bagi Kabupaten Cirebon.
Kondisi ini berpotensi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (CP-10)





Be the first to comment on "Dominasi Usia Produktif, Struktur Penduduk Kabupaten Cirebon Jadi Modal Pembangunan"