Tinggalkan Memo, Aliansi BEM UGJ Kecewa Tak Ditemui DPRD

Foto : Ist UNJUK RASA. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM UGJ Cirebon menggelar unjuk rasa di DPRD Kota Cirebon soroti persoalan pendidikan, Kamis (7/5)

CIREBON – Gelombang aksi terus mengalir di Kota Cirebon akhir-akhir ini, baik di DPRD maupun di Balaikota Cirebon.

Kamis (7/5) siang, ada dua massa yang melakukan aksi, pertama, masa gabungan dari PMII, IMM dan GMNI mengepung Balaikota.
Kedua, ada masa aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon yang mengepung gedung DPRD.

Masa aksi aliansi BEM UGJ melakukan orasi dan aksi bakar ban didepan gedung DPRD, sampai mendesak masuk ke gedung Griya Syawala. Akhirnya, mereka pun diberikan kesempatan untuk masuk ke Griya Syawala, namun lama didalam tak kunjung ada satu orang pun anggota DPRD yang menemui mereka.

Koordinasi aksi Aliansi BEM UGJ, Alif Bintang Angkasa mengungkapkan, kekecewaan masa aksi karena tidak satupun anggota DPRD yang menemui mereka.

“Hari ini kami kecewa, karena kami dipersilahkan masuk, tapi tak ditemui siapapun disini,” ungkap Alif.

Disebutkan Alif, para mahasiswa mendatangi gedung DPRD untuk menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di Kota Cirebon, mulai dari pendidikan hingga ketenagakerjaan.
Namun, sangat disayangkan aspirasi mereka tidak tersampaikan karena mereka tidak ditemui satupun anggota DPRD.

Setelah lama menunggu, di DPRD, mereka kembali berorasi, hingga akhirnya, mereka membubarkan diri dan menyatakan mosi tidak percaya kepada DPRD Kota Cirebon.
Dan, yang menarik, para mahasiswa meninggalkan selembar kertas berisi tulisan diatas meja, dengan uang receh sebesar Rp1.500.

“Ini adalah bentuk mosi tidak percaya kita kepada DPRD. Kami tinggalkan uang receh dan memo kecil, sebagai ancaman bahwa kami akan datang kembali dengan massa aksi yang lebih besar,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Tinggalkan Memo, Aliansi BEM UGJ Kecewa Tak Ditemui DPRD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*