Langsung Dialog di Lokasi, Walikota Cirebon Tegaskan Komitmennya Tata Kawasan Kali Sukalila

Foto : CP-06 JAGA KOMITMEN. Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi bersama jajaran Forkopimda, instansi dan pihak terkait dialog terbuka di lokasi untuk menjaga komitmennya tata kawasan Kali Sukalila, Kamis (22/1)

KEJAKSAN – Wujud komitmen, Pemerintah Daerah Kota Cirebon akan mulai melakukan penataan kawasan Kali Sukalila sebagai bagian dari upaya revitalisasi ruang publik dan pengendalian banjir.

Tahap awal berupa pengerukan sungai dijadwalkan mulai Senin pekan depan, hasil kolaborasi lintas instansi pemerintah daerah, pusat, serta dukungan masyarakat.

Demikian dikatakan oleh Walikota Cirebon Effendi Edo usai menggelar dialog publik disekitar bantaran Kali Sukalila bersama unsur Forkopimda, dinas, kecamatan, kelurahan, ketua RW, dan masyarakat sekitar, Kamis (22/1).

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah berdialog langsung dengan seluruh pihak terkait. Insyaallah, Senin kita mulai tahap pertama, yaitu pengerukan dari muara hingga ke bagian hulu,” kata Edo kepada awak media.

Edo mengungkapkan, proyek ini tidak hanya berfokus pada normalisasi sungai, tetapi juga penataan kawasan secara menyeluruh agar memiliki nilai estetika dan fungsi sosial bagi warga.

“Setelah pengerukan, kita masuk ke tahap penataan. Akan ada taman, jogging track, jalur pedestrian, dan ruang publik lainnya. Kawasan ini kita siapkan menjadi ikon baru Kota Cirebon,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Edo, adanya keluhan warga terkait banjir di sekitar kawasan kali, ia menegaskan bahwa penataan trotoar dan sistem drainase akan dilakukan secara terintegrasi.

“Kalinya dekat dengan jalan, jadi kita tinggal membuat inlet baru. Ini bagian dari solusi agar genangan dan banjir bisa kita kurangi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga menyiapkan rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengurai kepadatan kendaraan, terutama di kawasan Asia yang selama ini menjadi titik kemacetan.

“Kami akan simulasi bersama Dinas Perhubungan dan kepolisian. Selama masa pengerukan pun arus lalu lintas akan kita atur agar tetap lancar,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut Edo, Pemkot Cirebon membuka peluang kerjasama dengan pihak swasta dan BUMN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan skema yang transparan.

“Kami sepakat dengan BBWS, pemerintah tidak menerima uang tunai. Silakan jika ada CSR yang ingin membangun jembatan, taman, atau fasilitas publik langsung dalam bentuk barang dan pengerjaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edo pun mengenang masa kecilnya saat Kali Sukalila masih menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.

“Dulu perahu nelayan masuk ke sini membawa hasil laut dan dijual di Pasar Pagi. Mudah-mudahan suasana itu bisa kita hadirkan kembali, tentu dengan konsep yang lebih modern dan tertata,” tuturnya.

Edo menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga selesai, termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Saya siap diajak ke mana pun ke Dirjen, ke Menteri, pagi, subuh, bahkan tengah malam, demi mendorong bantuan pusat. Yang penting program ini berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk menjaga kolaborasi. “Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk masyarakat. Dari sisi hukum, administrasi, dan teknis, semuanya kita kawal bersama,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Langsung Dialog di Lokasi, Walikota Cirebon Tegaskan Komitmennya Tata Kawasan Kali Sukalila"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*