Pilang Setrayasa Resmi Masuk Kota, Pemkot Pasang 7 Patok Batas Wilayah

Foto : CP-06 PENETAPAN BATAS WILAYAH. Pj Walikota dan Ketua DPRD menerima penetapan batas wilayah Komplek Pilang Setrayasa yang resmi masuk Kota Cirebon dari Direktur Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Jumat (5/10) di salah satu hotel di Jalan Wahidin.

KEJAKSAN – Seteleh menunggu hingga 35 tahun,  wilayah Pilang Setrayasa resmi masuk dalam wilayah Kota Cirebon berdasarkan Permendagri Nomor 75 tahun 2018 tentang batas daerah kabupaten dan Kota Cirebon. Dan, 7 patok batas wilayah akan segera dipasang Pemkot Cirebon dan 57 patok sisanya tahun depan.

Hal tersebut dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Mulyadi, usai sosialisasi Permendagri Nomor 75 Tahun 2018 tentang Batas Wilayah Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat di salah satu hotel di Jalan Wahidin Kota Cirebon, Jumat (5/10).

Agus mengatakan, jika tujuh patok batas wilayah tersebut sudah terpasang, pada tahun depan ditargetkan 57 patok lainnya terpasang.

“Tahun ini ditargetkan terpasang 7. Sisanya 57 diharapkan 2019 sudah bisa terpasang semua,” kata Agus.

Pemasangan batas wilayah ini, kata Agus, dilakukan untuk menghitung secara detail berapa sebenarnya luas kota. Selain itu juga untuk menghitung luas wilayah administrasi tingkat kelurahan.

Dalam waktu dekat, lanjut Agus, mereka juga akan mengundang teman-teman dari kabupaten Cirebon untuk sosialisasi batas wilayah ini.

“Untuk pemasangan batas wilayah juga kita akan lakukan bersama dengan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr Tumpak H Simanjuntak MA menjelaskan, batas wilayah ini sangat penting dimana untuk kejelasan cakupan wilayah administrasi pemerintahan serta efisiensi dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat

”Termasuk kejelasan administrasi kependudukan yang berdampak pada daftar pemilu mendatang,” kata Tumpak.

Selain itu, lanjut Tumpak, batas wilayah juga menjadi penting untuk pengaturan tata ruang daerah, pertanahan, kejelasan perizinan pengelolaan sumber daya alam dan banyak lainnya. Karena itulah sengketa batas wilayah antara Kota dan Kabupaten Cirebon harus segera diputuskan.

Atas hal itu, Pj Walikota Cirebon, Dr Dedi Taufik mengatakan, Pemerintah Daerah Kota Cirebon menyambut baik ditetapkannya Permendagri Nomor 75 tahun 2018 tentang batas daerah kabupaten dan Kota Cirebon. Permasalahan batas daerah selama 35 tahun ini pun akhirnya memiliki kepastian.

“Ini salah satu keputusan penting,” kata Dedi Taufik, usai acara.

Salah satunya, lanjut Dedi, untuk Kompleks Pilang Setrayasa yang selama 35 tahun tidak memiliki kejelasan apakah masuk wilayah kota ataukah kabupaten Cirebon.

Dengan sudah adanya keputusan tersebut, maka permasalahan batas wilayah antara Kota dan Kabupaten Cirebon saat ini sudah bisa teratasi. Termasuk mengenai areal parkir CSB yang akhirnya dibagi dua, ada yang masuk Kota dan sebagian lagi masuk ke Kabupaten Cirebon. Selain itu, kata dia, permasalahan penertiban KTP, sertifikat tanah dan dokumen lainnya saat ini juga sudah menjadi jelas.

“Bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, kami segera melakukan sosialisasi mengenai keputusan batas wilayah ini,” kata Dedi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pj Walikota, Ketua DPRD, Forkopimda dan SKPD terkait. (CP-06)

Be the first to comment on "Pilang Setrayasa Resmi Masuk Kota, Pemkot Pasang 7 Patok Batas Wilayah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*