INDRAMYU – Anggota DPRD Jawa Barat H Taufik Hidayat SH menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah untuk mendorong pembangunan yang lebih efektif, merata, dan berkelanjutan. Sinergi antar pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan lintas wilayah sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Menurut Taufik, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan satu daerah tanpa memperhatikan keterkaitan dengan wilayah di sekitarnya. Berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, transportasi, pengelolaan lingkungan, banjir, ketahanan pangan, hingga pengembangan investasi, membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang terarah.
“Komunikasi antardaerah sangat penting agar pembangunan berjalan selaras dan tidak tumpang tindih. Setiap daerah memiliki potensi dan persoalan masing-masing, tetapi banyak di antaranya saling berkaitan sehingga membutuhkan penyelesaian bersama,” ujarnya.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu membangun komunikasi yang intensif dan terbuka untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan, menyamakan prioritas, serta menyusun langkah konkret dalam menangani persoalan yang berdampak terhadap masyarakat lintas wilayah.
Menurutnya, tanpa koordinasi yang baik, program pembangunan berisiko berjalan sendiri-sendiri, kurang efektif, bahkan berpotensi menimbulkan persoalan baru bagi daerah yang berbatasan.
Taufik menjelaskan, kerja sama antardaerah juga dapat menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Daerah yang memiliki keunggulan di sektor pertanian, industri, perdagangan, pariwisata, maupun jasa dapat membangun kolaborasi dengan wilayah lain untuk memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan daya saing ekonomi regional.
“Jangan sampai setiap daerah hanya berpikir tentang wilayahnya sendiri. Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, potensi ekonomi bisa dikembangkan bersama, investasi lebih mudah diarahkan, dan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif membangun forum komunikasi lintas wilayah, melakukan pertemuan berkala, serta menyusun kesepakatan kerja sama yang memiliki target dan indikator keberhasilan yang jelas.
Kerja sama tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan dalam program nyata dan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan atau kegiatan seremonial semata.
Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya menyelaraskan perencanaan pembangunan antardaerah, terutama untuk program yang membutuhkan keterpaduan kebijakan dan pembiayaan.
Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan dua wilayah, penanganan banjir akibat aliran sungai lintas daerah, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi dan kawasan ekonomi merupakan contoh persoalan yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengidentifikasi persoalan bersama, membagi tanggung jawab secara proporsional, serta memastikan setiap pihak menjalankan perannya sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
“Koordinasi jangan hanya dilakukan ketika muncul persoalan. Pemerintah daerah harus membangun komunikasi sejak tahap perencanaan, sehingga potensi masalah bisa diantisipasi dan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Ia juga menilai, pertukaran data dan informasi antardaerah perlu diperkuat untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dengan data yang terintegrasi dan komunikasi yang terbuka, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Selain itu, evaluasi bersama perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan kerja sama yang dibangun memberikan hasil nyata, baik dalam peningkatan pelayanan publik maupun pertumbuhan ekonomi wilayah.
Taufik berharap penguatan komunikasi antardaerah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan di Jawa Barat. Kolaborasi yang baik dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan pembangunan, memperkuat konektivitas, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, dan organisasi sosial, untuk mendukung kerja sama pembangunan yang lebih inovatif.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan. Jangan sampai perbedaan kepentingan atau lemahnya komunikasi justru menghambat program yang seharusnya bisa diselesaikan bersama,” ungkapnya.
Menurut Taufik, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya proyek yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah membangun sinergi, menyatukan langkah, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
“Daerah yang maju membutuhkan komunikasi yang kuat, koordinasi yang konsisten, dan komitmen untuk bekerja sama. Dengan sinergi antardaerah yang semakin baik, pembangunan akan lebih terarah, efisien, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Minta Komunikasi Antar Daerah Diperkuat, Taufik Hidayat: Pembangunan Jangan Berjalan Sendiri-Sendiri"