CIREBON – Anggota DPRD Jawa Barat H Taufik Hidayat SH menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penanganan dan pencegahan stunting. Upaya tersebut harus menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
Menurut Taufik, penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program kesehatan, tetapi membutuhkan kerja sama lintas sektor yang terencana, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Pemerintah daerah harus memastikan setiap kebijakan dan anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak bagi ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga yang berisiko mengalami stunting.
“Stunting bukan persoalan sepele karena menyangkut kualitas generasi masa depan. Pemerintah daerah harus memiliki komitmen yang kuat, bukan sekadar menjalankan program formalitas. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berkelanjutan agar pencegahan serta penanganannya berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, serta berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Dampaknya dapat memengaruhi kemampuan belajar, kesehatan, dan produktivitas ketika anak tumbuh dewasa.
Karena itu, Taufik menilai pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan, melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Taufik menekankan bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi antara dinas kesehatan, dinas yang menangani urusan keluarga berencana, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, posyandu, serta kader kesehatan.
Menurutnya, data keluarga berisiko stunting harus diperbarui secara berkala agar intervensi yang dilakukan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai program penanganan stunting berjalan, anggarannya terserap, tetapi hasilnya tidak terukur. Pemerintah harus mengetahui wilayah mana yang membutuhkan perhatian lebih, keluarga mana yang berisiko, dan intervensi apa yang paling dibutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas layanan posyandu dan puskesmas sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting. Selain pemantauan berat dan tinggi badan anak, orang tua perlu mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, dan pentingnya akses terhadap air bersih serta sanitasi yang layak.
Menurutnya, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian makanan tambahan. Perlu pendekatan menyeluruh yang memperhatikan kondisi ekonomi keluarga, ketersediaan pangan bergizi, akses layanan kesehatan, dan lingkungan tempat tinggal.
Lebih lanjut, Taufik meminta pemerintah daerah memastikan program penanganan stunting didukung perencanaan dan anggaran yang memadai. Penggunaan anggaran harus transparan, tepat sasaran, serta dievaluasi secara berkala berdasarkan indikator yang jelas.
Ia menilai, keberhasilan program tidak semestinya hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, melainkan juga dari peningkatan akses layanan kesehatan, perbaikan status gizi anak, dan perkembangan prevalensi stunting berdasarkan data resmi.
“Komitmen pemerintah harus terlihat dari kebijakan, dukungan anggaran, kualitas pelayanan, dan hasil yang bisa dievaluasi. Kalau ditemukan program yang belum efektif, harus segera diperbaiki. Jangan sampai persoalan stunting terus berulang tanpa penyelesaian yang mendasar,” katanya.
Taufik juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung program pemerintah. Orang tua perlu memahami bahwa pemenuhan gizi anak, pola asuh yang tepat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting.
Di sisi lain, pemerintah harus memastikan edukasi dan pendampingan diberikan secara berkelanjutan, terutama kepada keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan akses terhadap layanan kesehatan.
Taufik berharap penanganan stunting menjadi agenda bersama yang mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.
Ia menegaskan bahwa investasi dalam pemenuhan gizi dan kesehatan anak merupakan fondasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan untuk tumbuh sehat hanya karena persoalan gizi, kemiskinan, atau keterbatasan pelayanan. Pemerintah harus hadir dengan program yang nyata dan berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan komitmen yang kuat, koordinasi lintas sektor, serta pengawasan yang konsisten, upaya pencegahan dan penanganan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (CP-06)





Be the first to comment on "Masa Depan Anak Jadi Perhatian, Taufik Hidayat: Kita Harus Bersama-sama Komitmen Atasi Stunting"