INDRAMAYU – Keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Anggota DPRD Jawa Barat H Taufik Hidayat SH mengatakan, pemuda bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi harus ditempatkan sebagai bagian dari pelaku pembangunan.
“Pemuda memiliki energi, kreativitas dan gagasan yang sangat besar. Karena itu, pemerintah harus memberikan ruang seluas-luasnya agar pemuda dapat terlibat dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Taufik.
Menurutnya, keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, teknologi digital, olahraga, sosial kemasyarakatan hingga organisasi kepemudaan.
Taufik menilai, pemerintah daerah perlu menyediakan program yang mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan pemuda sehingga mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan ekonomi daerah.
“Jangan sampai pemuda hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, berinovasi dan ikut mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan daerah,” katanya.
Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan kepemudaan Jawa Barat. Dalam RKPD Jawa Barat 2026, peningkatan kualitas pemuda menjadi bagian dari sasaran pembangunan, termasuk peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan organisasi.
Taufik juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan organisasi kepemudaan. Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar potensi pemuda dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemuda harus didorong menjadi generasi yang mandiri, produktif dan mampu menciptakan peluang. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga perlu membangun ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi pemuda,” tuturnya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap pemuda juga harus mencakup peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, kesempatan kerja serta pengembangan kewirausahaan. Dengan demikian, pemuda tidak hanya memiliki kemampuan secara akademis, tetapi juga mampu bersaing di dunia kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri menargetkan Indeks Pembangunan Pemuda meningkat dari 62,96 saat ini menjadi 90 pada 2029, dengan peningkatan pendidikan, kesejahteraan, kesempatan kerja, partisipasi ekonomi dan keterlibatan pemuda sebagai bagian penting dari pembangunan.
“Pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama. Pemuda harus menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan perubahan positif. Karena itu, mari kita berikan ruang, kesempatan dan kepercayaan kepada pemuda untuk berkarya,” pungkas Taufik. (CP-06)





Be the first to comment on "Taufik Hidayat: Pemuda Harus Terlibat Aktif dalam Pembangunan Daerah"