CIREBON – Pipa berdiameter 600 milimeter jenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) milik Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon yang berada di kawasan Plangon Kabupaten Cirebon mengalami kebocoran hebat
Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, menyebut sekitar 30 ribu pelanggan terdampak gangguan layanan air bersih akibat kebocoran pipa utama tersebut.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H Sopyan Satari SE MM mengatakan, jumlah tersebut hampir 50 persen dari total pelanggan yang saat ini terdaftar dalam jaringan layanan.
“Kurang lebih ada 30 ribu pelanggan yang terdampak, atau sekitar 50 persen dari total pelanggan kami,” kata pria yang akrab disapa Opang kepada awak media, Kamis (5/2)
Opang mengungkapkan titik kebocoran pipa transmisi, sudah ditemukan dan kini dalam tahap penanganan oleh tim teknis setelah dilakukan pembongkaran badan jalan.
Pihaknya mendata kebocoran pipa utama itu pertama kali diketahui pada Rabu (4/2) malam sekitar pukul 21.55 WIB, setelah petugas piket menerima laporan adanya semburan air dari bawah permukaan jalan.
Kemudian, lanjut Opang, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca serta situasi teknis di lapangan.
“Kalau cuacanya mendukung seperti ini, mungkin perbaikannya satu sampai dua hari,” jelasnya
Masih kata Opang, gangguan tersebut menyebabkan suplai air ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon mengalami penurunan tekanan hingga tidak mengalir, sehingga keluhan pelanggan mulai berdatangan.
PDAM Kota Cirebon, kata dia, menyiapkan langkah darurat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke daerah yang paling terdampak.
Pihaknya menurunkan tiga unit mobil tangki dan memperoleh dukungan tambahan armada dari PDAM di wilayah sekitar, untuk memperkuat layanan sementara.
“Keluhan sudah banyak masuk. Kami menyiapkan pelayanan lewat pengiriman air menggunakan mobil tangki,” ujarnya
Opang menuturkan kebocoran pipa utama itu juga menimbulkan kehilangan air dalam jumlah besar, yang ditaksir mencapai sekitar 75 ribu meter kubik per hari.
Jaringan yang rusak, lanjut dia, merupakan pipa utama jenis Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) berdiameter 600 milimeter yang terpasang sejak sekitar Tahun 1978 dan masih dinilai layak secara teknis.
Sofyan menduga kebocoran tidak karena usia pipa, melainkan faktor beban kendaraan di atas jalan yang menanjak dan kondisi tanah yang labil.
“Di sini jalannya nanjak dan labil, kemungkinan kena beban di atas dari kendaraan,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Pipa Utama Bocor, Perumda Tirta Giri Nata Gerak Cepat Lakukan Perbaikan"