Soal Penugasan PDIP ke Fitria, Suryana: Sudah Benar Itu

Foto : CP-06 Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, H Suryana

LEMAHWUNGKUK – Pilkada Kota Cirebon tak lepas dari pertarungan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang direkomendasikan oleh DPP partai politik.

Tentunya, salah satu partai politik yakni PDI Perjuangan setiap Pilkada merekomendasikan kadernya untuk maju di Pilkada Kota Cirebon.

Di sisi lain, surat penugasan telah diterima oleh Fitria Pamungkaswati selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon.

Atas hal tersebut, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, H Suryana mengatakan, bahwa dinamika politik menjelang Pilkada masih sangat cair, tentunya peluang PDI Perjuangan pun cukup besar di Pilkada.

“Tetapi, harus memperbaiki pola hubungan, komunikasi, menyampaikan gagasan serta mempraktekan gagasan, karena saya belum pernah melihat itu semua,” kata Suryana saat diwawancarai Cirebonpos di sela-sela kegiatannya, Selasa (23/7).

Menurut Suryana, persoalan menang dan kalah di Pilkada itu belakangan. Karena partai sudah berani kalau rekomendasi ke Fitria dengan segala konsekuensinya harus dijalankan.

“Persoalan kalah menang itu sudah biasa. Saat ini partai harus melihat dari hulu ke hilir, jangan selalu orang lain saja menjadi kandidat yang direkomendasikan ini yang ngaco,” ujarnya.

Secara normal, kata Suryana, bisa dilihat dari trend dan rekam jejak dimana fungsionaris partai saat ini sudah benar untuk maju di Pilkada.

“Jangan sampai, partai seperti tempat gadai yang seharusnya dilarang. Tentunya harus menggunakan merit sistem dari DPP, DPD, sampai DPC,” jelasnya.

Kemudian lanjut Suryana, tidak boleh ada sistem KKN dimana orang yang tidak jelas direkomendasikan menjadi calon walikota. Kalau saat ini, sudah jelas dari fungsionarisnya sudah benar dan waras. Harusnya begitu penugasan ke Ketua DPC PDI Perjuangan.

“Partai jangan banci terutama DPP. Tapi, keberlangsungan dan keberlanjutan harus jelas rekam jejaknya. Jangan dikorelasikan kontestasi dengan keuntungan secara materi, tapi bagaimana moral masyarakat tumbuh kembali,” paparnya.

Menurut Suryana, militansi ideologi di PDI Perjuangan mulai pudar. Seharusnya, kata dia, rekomendasi diberikan untuk orang-orang yang perjalanannya jelas, dan DPP jangan seenaknya saja merekomendasikan orang lain.

“Yang disukai di rekom, yang tidak disukai tidak direkomendasikan. Namun, sekarang Fitria sudah jelas Ketua DPC PDI Perjuangan. Akan tetapi apakah perspektif ideologinya sudah benar, kita harus bisa melihat itu. Esensi ketua partai adalah pelayan publik,” tegasnya.

Image partai, kata Suryana, sudah ambruk karena rakyat tidak diurus apalagi rakyat ketemu politisi bukan meminta uang tapi ingin dilayani.

“Penugasan dan rekomendasi berbeda, penugasan sebagai katalisator didalam membina komunikasi dengan partai lainnya. Saat ini imagenya sudah down, karena kapabilitas aksesibilitas tidak muncul distruktur partai,” tuturnya.

Suryana mengungkapkan, mereka seperti birokrasi karena membuat sekat untuk bertemu seseorang susah. Tentunya calon walikota PDI Perjuangan harus sadar dari hulu ke hilir.

“Pengenalan bukan dengan baner, kita diskusi dengan masyarakat butuhnya apa saja. Dan, akan otomatis dekat dengan masyarakat kalau sering bertemu,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Soal Penugasan PDIP ke Fitria, Suryana: Sudah Benar Itu"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*