Bahas Realisasi Program Rutilahu, Komisi II Dorong Segera Dibuatkan Perwali

Foto : CP-06 RAPAT BERSAMA. Nampak Komisi II DPRD rapat bersama DPRKP bahas soal Rutilahu di Griya Syawala, Jumat (8/1)

KEJAKSAN – Komisi II DPRD Kota Cirebon kembali membahas realisasi program rehabilitasi rumah tidak laik huni (Rutilahu) dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) di Griya Sawala, Jumat (8/1).

Rapat tersebut guna memantapkan teknis usulan program, hingga upaya penetapan Peraturan Walikota (Perwali) sebagai payung hukum penyaluran program Rutilahu.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, dr H Doddy Ariyanto MM menjelaskan, rapat kerja tersebut untuk mendengar paparan dari DPRKP serta memberikan saran agar usulan program rutilahu dari pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah bisa berjalan maksimal.

“Rapat ini selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama dengan Bagian Hukum Setda Kota Cirebon untuk menyusun perwali yang direncanakan bulan ini. Kami berharap bisa segera disahkan agar bisa cepat direalisasi,” kata Doddy usai rapat.

Doddy mengungkapkan, program bantuan rutilahu sudah tersedia dari pemerintah pusat, provinsi dan Pemerintah Kota Cirebon. Hanya saja, dengan ketersedian anggaran yang minim dari APBD kota, maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah agar bantuan yang bersumber dari provinsi dan pusat bisa dimaksimalkan.

“Kami akan berkonsultasi dengan DPRD Provinsi Jabar dan Pemprov Jabar terkait penyerapan program bantuan ini. Termasuk menggandeng perusahaan agar bisa terlibat untuk membantu masyarakat yang memang laik diberi bantuan rutilahu,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala DPRKP Kota Cirebon, Ir Agung Sedijono MSi mengatakan, data penerima rutilahu di Kota Cirebon sebanyak 4.000 lebih. Kendati demikian, data tersebut masih terus diperbarui karena ada penambahan dan pengurangan.

“Teknis usulan untuj mendapat program bantuan di pemerintah provinsi, pusat dan pemerintah daerah berbeda-beda. Untuk usulan ke pemerintah pusat, teknisnya melalui sistem informasi bantuan perumahan (sibaru),” kata Agung.

Agung menjelaskan, setelah usulan terverifikasi dan dinyatakan diterima, kelompok calon penerima membentuk tim untuk diberikan kewenangan dan tanggung jawab, guna mengelola anggaran yang diterima sekitar Rp17 juta dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR. Tim yang dibentuk juga bertugas menunjuk toko bangunan untuk berkerjasama memenuhi material bangunan.

“Jadi, pemerintah daerah mengirimkan data base perumahan yang laik untuk ditangani. Setelah data masuk, akan diverifikasi sesuai dengan kuota oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR oleh Ditjen Perumahan,” jelasnya.

Sementara program Rutilahu dari pemerintah provinsi pun serupa dengan program pemerintah pusat. Hanya saja, kata dia, pengelolaannya oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dengan melibatkan tenaga administrasi kelurahan untuk menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Kota Cirebon rencananya tahun ini mendapatkan 600 lebih Rutilahu. Proses verifikasi dari pihak kelurahan. Setelah dinyatakan lolos, pemerintah provinsi akan transfer sebesar Rp17,5 juta. Kami masih menunggu perwali untuk teknisnya. Mudah-mudahan bisa segera disahkan,” paparnya.

Sedangkan, lanjut Agung, program bantuan Rutilahu dari Pemkot Cirebon akan difasilitasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kota Cirebon. Program tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu program rehabilitasi rumah untuk korban non-bencana dan untuk korban bencana.

Menurut Agung, program Rutilahu dari APBD hanya dilalokasikan 10 unit rumah. Dengan pertimbangan per unit mendapat bantuan sekitar Rp15 juta. Sehingga, anggaran yang disediakan sekitar Rp150 juta.

“Jadi, misalkan ada bencana, kita survei apakah harus direhab atau dibangun. Kalau membangun kemungkinan kecil. Karena selama ini tidak ada bencana yang sampai merusak bangunan rumah. Yang pernah terjadi karena pohon tumbang atau angin kencang,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Bahas Realisasi Program Rutilahu, Komisi II Dorong Segera Dibuatkan Perwali"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*