Beberapa BUMD Belum Penuhi Target PAD Tiap Tahun

Foto : CP-06 Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon, Agus Mulyadi

KEJAKSAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon masih jauh dari harapan. Padahal, BUMD bisa menjadi pelopr utama penyumbang PAD terbesar bagi Kota Cirebon.

Praktis hanya Perumda Pasar Berintan dan PD Pembangunan saja yang telah memberikan PAD sesuai target selama dua tahun terakhir ini. Sisanya seperti Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Bank Cirebon dan Farmasi Ciremai belum mampu penuhi target PAD hingga kini.

Kepala BKD Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, target PAD dari APBD tidak tercapai dimana target APBD menjadi rujukan dalam mengejar tingkat kinerja.

“Dengan menetapkan target PAD Tahun 2020 dilihat dari kinerja selama Tahun 2019. Harusnya perusahaan sudah memperhitungkan itu dan bisa mencapai targetnya,” kata Agus saat diwawancarai Cirebonpos, Rabu (8/1).

Dengan masih belum mencapai target, kata Agus, akan dilihat permasalahannya dimana apakah memang penguatan modal, sisi kinerja, personal, atau yang lainnya.

“Kita perlu lihat bagaimana permasalahannya dan apa saja solusi yang bisa diberikan untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Berintan, Akhyadi mengatakan Tahun 2020 pihaknya memiliki target PAD sebesar Rp323 juta. Target tersebut meningkat karena target PAD  2019 lebih dari 100 persen.

“Kami membayar kontan tidak menycicil. Biar kecil tapi tetap berjalan dan konsisten,” kata Akhyadi.

Bagaimanapun, lanjut Akhyadi, Pasar masih memberikan penghasilan kepada daerah. Apalagi, beberapa waktu ini menjadi juara pasar paling bagus diantara pasar didaerah lainnya.

“Kami terus lakukan pendekatan dengan pihak vertikal seperti BI maupun Pegadaian, tentu dengan diberibantuan motor pengangkut sampah di pasar,” ujarnya.

Akhyadi menuturkan, semua pasar sudah punya motor pengangkut sampah ada armada truck juga. Sehingga bisa menunjang visi Cirebon Bersih dan Tertib.

“PAD berasal dari retribusi secara keseluruhan. Di hitung juga oleh akuntan publik. Kalau misalkan PAD ke Pemda Rp350 juta kita masih ada sekitar 700 sampai 800 keuntungan bersih,” pungkasnya. (CP-06)

 

GRAFIS :

PAD BUMD Tahun 2018

1. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata target Rp2,79 miliar realisasi Rp2,03 miliar atau 72,90 persen.

2. Perumda Bank Cirebon target Rp2 miliar realisasi Rp1,05 miliar atau 52,66 persen.

3. Perumda Pasar Berintan target Rp273 juta realisasi Rp275 juta atau 100,80 persen.

4. Perumda Farmasi Ciremai target Rp156 juta realisai Rp15,9 juta atau 10,20 persen.

5. PD Pembangunan target Rp250 juta realosasi Rp250 juta atau 100 persen.

Secara keseluruhan targat PAD BUMD Tahun 2018 sebesar Rp5,476 miliar dengan realisasi hanya Rp3,633 miliar

 

PAD BUMD Tahun 2019

1. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata target Rp2,7 miliar realisaai Rp2,087 miliar atau 74,63 persen.

2. Perumda Bank Cirebon target Rp2 miliar realisasi Rp238 juta atau 11,90 persen.

3. Perumda Pasar Berintan Target Rp273 juta realisasi Rp303 juta atau 111,06 persen.

4. Perumda Farmasi Ciremai target Rp156 juta realisasi Rp28 juta atau 17.89 persen,

5. PD Pembangunan Rp250 juta realisasi Rp250 juta atau 100 persen.

Secara keseluruhan target PAD BUMD Tahun 2019 sebesar Rp5,476 miliar dengan realisasi hanya Rp2,906 miliar.

 

Target PAD dari BUMD di Kota Cirebon Tahun 2020

1. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata sebesar Rp3,299 miliar.

2. Perumda Bank Cirebon sebesar Rp2,397 miliar.

3. Perumda Pasar Berintan sebesar Rp323 juta.

4. Perumda Farmasi Ciremai sebesar Rp156 juta.

5. PD Pembangunan sebesar Rp300 juta.

Be the first to comment on "Beberapa BUMD Belum Penuhi Target PAD Tiap Tahun"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*