Shelter Pujabon Cipto Tutup, Wakil Ketua Sementara DPRD: Kurang Layak untuk PKL

Foto : CP-06 Shelter Pujabon Cipto ditinggalkan para Pedagang Kaki Lima (PKL)

KEJAKSAN – Shelter Pusat Jajanan Cirebon (Pujabon) bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Cipto Mangunkusumo tak lagi menampakkan diri sebagai pusat kuliner.

Apalagi, sudah beberapa minggu ini tutup dengan berbagai macam faktor. Bahkan, Wakil Walikota Cirebon pun mengakui banyak kendala yang dihadapi sehingg Shelter tersebut tutup.

Atas hal tersebut, Wakil Ketua Ssmentara DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati mengakui dengan kondisi Shelter Pujabon yang kecil dan lahan parkir yang memungkinkan menjadi faktor tutupnya Pujabon.

“Kondisi Shelter Pujabon kurang layak untuk para PKL ┬ásehingga mereka berangsur-angsur tutup,” kata Fitria kepada Cirebonpos saat ditemui di Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (17/9).

Fitria mengungkapkan, tempat sepi, tempat tidak layak, serta lahan parkir yang kecil membuat PKL tutup dan tidak berjualan lagi di Pujabon. Dirinya berharap, Shelter PKL dibuat semaksimal mungkin, sehingga bisa ramai pengunjung.

“Harus banyak kreatifitas dalam membuat Shelter PKL, sehingga ┬ápedagang bisa nyaman dan tidak sepi pembeli,” ungkapnya.

Masih kata Fitria, DPRD Kota Cirebon akan mendiskusikan dengan Walikota terkait permasalahan PKL untuk memfasilitasi pedagang agar bisa tetap berjualan dan mendapat penghasilan.

“Kita akan membuat komposisi yang tepat seperti apa, sehingga PKL bisa nyaman berjualan dan tidak sepi msekipun direlokasi ke shelter,” ujarnya.

Fitria menuturkan, melihat kondisi dan situasi yang ada di Pujabon memang tidak memungkinkan PKL untuk berkembang. Pemerintah Kota Cirebon khsusnya Dinas terkait harus lebih maksimal dalam mempromosikan PKL yang ada di Shelter.

“Semua harus duduk bersama untuk mencari solusi PKL, sehingga tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Shelter Pujabon Cipto Tutup, Wakil Ketua Sementara DPRD: Kurang Layak untuk PKL"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*