CIREBON – Upaya mencegah maraknya investasi bodong, dimulai dari lingkungan kampus. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cirebon, Selasa (30/6), sebagai sarana edukasi sekaligus tempat mencetak investor muda yang memahami instrumen keuangan legal.
Dari pantauan di lokasi, peresmian berlangsung di depan ruangan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Untag Cirebon. Sebuah papan nama besar bertuliskan ‘Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Untag Cirebon’ dengan slogan “Investasi Hari Ini, Masa Depan Negeri” tampak menyambut para tamu yang hadir.
Tak lama kemudian, prosesi pemotongan pita dilakukan oleh Rektor, Kepala OJK, BEI dan perwakilan lembaga terkait. Sebelum pita merah putih dipotong, para tamu terlebih dahulu diminta berpose untuk dokumentasi.
Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme, menandai dimulainya operasional galeri investasi tersebut. Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, keberadaan galeri investasi merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat literasi, inklusi, dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.”Sesuai dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang PPSK bahwa OJK tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga melakukan edukasi, literasi dan inklusi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan industri itu sendiri,” ujar Agus pada Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, pendirian galeri investasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan industri pasar modal sekaligus menyiapkan generasi investor masa depan.”Ruangan ini tidak hanya sekadar ruangan, tetapi sebuah jendela informasi yang nantinya akan menjadi Kawah Candradimuka para investor-investor baru, para pebisnis baru, yang mereka akan paham dan melek tentang keuangan,” ucapnya.
Agus menegaskan, mahasiswa yang memahami dunia investasi akan lebih mampu membedakan produk investasi legal dan ilegal.
“Mencegah teman-temannya untuk berinvestasi pada produk investasi yang ilegal, dan juga mengajak mereka ketika ada uang dingin yang berlebih untuk belajar investasi pada instrumen yang legal dan diawasi oleh OJK,” jelas dia.
Ia juga mengungkapkan, tren investor nasional yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, saat ini dominasi investor pasar modal di Indonesia tidak lagi didominasi investor asing, melainkan investor domestik.
“Kami berharap nanti akan muncul banyak investor-investor andal yang ada dari Cirebon Raya,” katanya.
Sementara itu, Rektor Untag Cirebon, Dr Erna, menyambut positif kehadiran galeri investasi tersebut. Menurutnya, fasilitas tersebut akan dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa tanpa memandang program studi.”Kami merasa sangat senang dengan adanya peresmian ini. Galeri ini akan dimanfaatkan untuk mahasiswa kami, terutama mahasiswa yang memang tertarik dengan investasi. Bukan hanya untuk Ekonomi saja, tapi berbagai fakultas bisa bergabung di sini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kampus juga berencana memperluas manfaat galeri investasi kepada kalangan pelajar dan pemuda di wilayah Cirebon.”Kami akan menggandeng SMA-SMK yang ada di Cirebon untuk sama-sama belajar investasi. Di samping itu, kami juga akan bekerja sama dengan organisasi pemuda agar mereka dapat memanfaatkan galeri investasi ini,” ucapnya.
Menurut Iriani, edukasi investasi sejak dini penting dilakukan agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara lebih produktif.
“Daripada uang digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, lebih baik diinvestasikan,” jelas dia.
Kepala Wilayah 1 Bursa Efek Indonesia Thasrif Muharfi menjelaskan, bahwa galeri investasi merupakan program nasional BEI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pasar modal.”Galeri investasi ini memang program dari Bursa Efek Indonesia yang bertujuan membangun awareness pasar modal kepada seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari lingkungan kampus,” kata Thasrif.
Ia mengatakan, mahasiswa perlu memahami mekanisme investasi, termasuk risiko yang melekat pada setiap instrumen keuangan.
“Harapannya mahasiswa bisa lebih paham tentang pasar modal, tahu risiko dalam berinvestasi, sehingga mereka bisa mengambil keputusan investasi yang tepat ke depannya,” ujarnya.
Tasrif juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai produk investasi legal agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam penawaran investasi bodong.”Mereka bisa mengetahui instrumen-instrumen yang legal dan disiapkan oleh pemerintah sehingga dapat terhindar dari investasi-investasi bodong ke depan,” ucap dia.
Ia mengungkapkan, minat generasi muda terhadap pasar modal terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Jumlah investor pasar modal saat ini lebih dari 28 juta investor. Dan itu didominasi oleh investor muda berusia 17 sampai 25 tahun. Peningkatannya juga sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir ini,” jelas Tasrif.
Dukungan serupa disampaikan Head Of Regional Management Division KISI Sekuritas Agastya Yoga Swara. Menurutnya, keberadaan galeri investasi dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di ruang kuliah ke praktik nyata di pasar modal.”Kami sangat senang dan bangga bisa memberikan kontribusi, setidaknya dalam dunia akademisi di sektor pasar modal,” kata Yoga.
Ia berharap kolaborasi antara kampus, BEI, OJK dan perusahaan sekuritas mampu melahirkan lebih banyak investor muda yang cerdas dan bertanggung jawab.”Semoga galeri investasi ini bisa menjadi wadah bagi para mahasiswa agar dapat memperdalam dan mempraktikkan secara benar ilmu mereka melalui pasar modal,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Untag Cirebon, kampus tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar teori ekonomi dan keuangan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya generasi muda yang cakap berinvestasi, melek keuangan, serta mampu menghindari jebakan investasi ilegal yang masih marak terjadi di masyarakat. (CP-06)





Be the first to comment on "OJK dan BEI Resmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di UNTAG Cirebon"