Taufik Hidayat: Tingkatkan Kualitas Literasi, Mulai dari Lingkungan Keluarga

Foto : Ist Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Taufik Hidayat SH

CIREBON – Peningkatan kualitas literasi masyarakat perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan membaca, berdiskusi dan mencari informasi yang berkualitas sejak dini dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Anggota DPRD Jawa Barat H Taufik Hidayat SH mengatakan, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi di rumah.

“Literasi tidak hanya soal kemampuan membaca dan menulis. Anak juga harus dibiasakan memahami informasi, berpikir kritis dan mampu menyampaikan pendapat dengan baik. Semua itu bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Taufik.

Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak usia dini. Orang tua dapat menyediakan buku bacaan yang sesuai dengan usia anak serta meluangkan waktu untuk membaca dan berdiskusi bersama.

“Tidak harus menunggu anak berada di sekolah. Budaya membaca bisa dimulai dari rumah. Orang tua bisa menjadi contoh dengan membiasakan membaca dan mengajak anak berdiskusi tentang apa yang mereka baca,” katanya.

Taufik juga menilai perkembangan teknologi digital membuat kemampuan literasi semakin penting. Anak-anak saat ini memiliki akses sangat luas terhadap informasi melalui internet dan media sosial sehingga perlu dibekali kemampuan untuk membedakan informasi yang benar, tidak benar, bermanfaat maupun yang berpotensi menyesatkan.

“Di era digital, kemampuan membaca saja tidak cukup. Anak harus memiliki literasi digital agar mampu menyaring informasi dan tidak mudah percaya terhadap berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat program literasi melalui sekolah, perpustakaan, taman bacaan masyarakat dan berbagai komunitas. Namun, menurutnya, program tersebut akan lebih efektif apabila mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Pemerintah bisa menyediakan fasilitas, sekolah memberikan pendidikan, tetapi keluarga tetap memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan. Kalau budaya literasi sudah tumbuh di rumah, anak akan lebih mudah mengembangkan kemampuan ketika berada di sekolah maupun lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Taufik juga mengajak keluarga memanfaatkan fasilitas digital secara positif. Teknologi dapat digunakan untuk membaca buku elektronik, mengikuti pembelajaran, mencari referensi dan mengembangkan keterampilan baru.

Namun, ia mengingatkan agar penggunaan gawai tetap diawasi dan diimbangi dengan aktivitas membaca buku serta interaksi langsung dalam keluarga.

“Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan pengetahuan, bukan justru membuat anak kehilangan minat membaca dan berinteraksi. Orang tua perlu mendampingi dan memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat,” ujarnya.

Menurut Taufik, peningkatan kualitas literasi akan memberikan dampak luas terhadap pembangunan daerah. Masyarakat yang memiliki kemampuan literasi baik akan lebih mudah mengakses informasi, meningkatkan keterampilan, memahami kebijakan publik serta mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi adalah investasi jangka panjang. Dengan meningkatkan budaya literasi dari keluarga, kita sedang mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, kritis dan mampu bersaing,” pungkas Taufik. (CP-06)

Be the first to comment on "Taufik Hidayat: Tingkatkan Kualitas Literasi, Mulai dari Lingkungan Keluarga"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*