CIREBON – Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut untuk tetap menghadirkan program pembangunan yang berdampak nyata melalui inovasi dan kreativitas. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat, H Taufik Hidayat, yang menilai bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan.
Menurutnya, efisiensi justru harus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk berpikir lebih kreatif dalam merancang program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Di tengah efisiensi, inovasi dan kreativitas menjadi kunci. Pemerintah daerah harus mampu memaksimalkan potensi yang ada dengan pendekatan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai sektor, seperti pelayanan publik berbasis digital, pengembangan potensi lokal, hingga pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, program-program daerah tetap dapat berjalan optimal meskipun dengan keterbatasan anggaran.
Taufik juga mendorong agar pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, akademisi, dan komunitas, guna menghadirkan solusi kreatif dalam pembangunan.
“Kolaborasi menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi. Tidak semua harus bergantung pada APBD, tetapi bisa melibatkan berbagai elemen untuk mencapai hasil yang maksimal,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya inovasi di lingkungan birokrasi, sehingga setiap perangkat daerah mampu menciptakan terobosan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap, dengan semangat inovasi dan kreativitas, pemerintah daerah dapat tetap menghadirkan pembangunan yang berkualitas, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Efisiensi bukan berarti berhenti berinovasi. Justru dari keterbatasan itulah lahir ide-ide besar yang mampu mendorong kemajuan daerah,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Di Tengah Efisiensi, Taufik Hidayat Ajak Pemda Gali Inovasi dan Kreatifitas"