INDRAMAYU – Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Namun lebih dari sekadar perjalanan pulang kampung, mudik mengandung makna mendalam tentang silaturahmi, penghormatan kepada orang tua, dan pemulihan nilai-nilai kebersamaan dalam keluarga.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Taufik Hidayat SH menegaskan bahwa mudik seharusnya dimaknai sebagai momentum spiritual dan sosial yang sarat makna. “Mudik bukan hanya soal pulang ke kampung halaman, tapi lebih dari itu, ini adalah upaya untuk menyambung kembali ikatan batin dengan orang tua, saudara, dan lingkungan asal,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan halal bihalal di Kabupaten Subang.
Menurutnya, dalam konteks sosial, mudik juga menjadi sarana memperkuat identitas kultural dan mempererat solidaritas antarwarga. “Kita pulang membawa cerita dan pengalaman dari perantauan, lalu berbagi dengan keluarga. Itu memperkuat ikatan emosional dan membuka ruang untuk saling memahami satu sama lain,” tambahnya.
Taufik juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan mudik. Ia mengapresiasi kerja keras pemerintah dan aparat yang telah mengatur arus lalu lintas serta memfasilitasi pemudik agar aman dan nyaman. “Namun keselamatan tetap tanggung jawab kita bersama. Disiplin, sabar, dan tertib dalam perjalanan adalah bagian dari ibadah,” tegasnya.
Ia berharap tradisi mudik bisa terus dilestarikan dengan tetap menjaga nilai-nilai esensialnya. “Jangan hanya fokus pada kemeriahan, tapi maknai mudik sebagai bentuk penghormatan, penguatan nilai kekeluargaan, dan pelestarian budaya. Karena dari sanalah kita belajar tentang jati diri dan akar kehidupan,” tutupnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Mudik, Taufik Hidayat: Momentum Mempererat Silaturahmi dan Merawat Nilai Keluarga"