BCB Pompa Riol Ade Irma Suryani Hilang, Diduga Kuat Ada Keterlibatan Oknum Orang Dalam PDAM

Foto : Ist Pompa Riol Ade Irma Suryani peninggalan Pemerintah Hindia Belanda Tahun 1937 sebelum raib dari tempatnya.

LEMAHWUNGKUK – Selain raibnya Pompa Air Riol Ade Irma Suryani peninggalan Pemerintahan Hindia Belanda Tahun 1937 yang tercatat sebagai Benda Cagar Budaya didalam Keputusan Walikota Cirebon Nomor 19 Tahun 2001 menjadi perhatian serius semua pihak, ternyata banyak aset daerah di lokasi tersebut yang diduga sudah dilepas oleh oknum.

Bahkan, Pompa Riol dan Bangunannya sudah tercatat di sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu di Kementerian Kebudayaan sebagai Benda Cagar Budaya. Sejak Tahun 2019 pun Pompa Riol sudah tidak ada ditempat lagi. Dan diduga telah di jual antara Tahun 2017-2018.

Pengelolaan stasiun pompa drainase dan air limbah yang didalamnya terdapat pompa air Riol pada saat itu masuk pada PDAM yang bekerjasama dengan Bagian Aset Daerah. Walaupun kemudian saat ini diserahkan ke DPUPR dalam pengelolaannya.

Demikian dikatakan oleh salah satu sumber dilingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cirebon yang namanya minta tidak diberitakan kepada Cirebonpos disela kegiatannya, Kamis (21/1).

“Pompa Riol itu sudah ada penadahnya, dan pasti ada oknum PDAM yang bermain dalam pelepasan Pompa Riol tersebut. DPUPR gak ngerti soal Pompa Riol itu apa, karena PDAM yang ngerti semua,” tegas sumber ini.

Ia mengungkapkan, Pompa Riol itu yang mengerti orang dalam PDAM karena proses pelepasan pompa air tersebut diserahkan dan dilelangkan ada nilainya.

“Ada aturan pelepasannya. Kejar saja PPK nya siapa, itu panitia di PDAM untuk pelepasan Pompa Riol. Kalau gak ada PPK nya berarti pencurian itu,” ungkapnya.

Masih kata dia, sekarang tinggal bisa dilihat atau diketahui ditangkap tidak orangnya. Tentunya, yang detail mengetahui orang mantan bagian limbah di PDAM mereka tau semua apa saja yang diserahkan dan dilepas asetnya.

“Mereka tau semua, mana saja yang dilepas asetnya dan mana saja yang diserahkan kepada DPUPR,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, ada tanah kosong dipintu gerbang masuk Waterland sebelah kiri merupakan aset PDAM dan juga sudah diserahkan penuh kepada DPUPR, tetapi tanah itu disewakan kepada orang-orang oleh oknum PDAM.

“Sudah bertahun-tahun disewakan dibuat kios petak-petak. Yang berkuasa disana itu oknum PDAM yang sudah pensiun dan bertahun-tahun dikuasai dia,” jelasnya.

Ada lagi, kata dia, yang di belakang Bank Indonesia fungsi CUDP di sana bisa di cek maksimal atau tidak. Dimana, ada sebagian tanah paling belakang dikuasai sama oknum bahkan sudah dibuat rumah dan disewa-sewakan, padahal itu tanah CUDP.

“Riol itu kecil nilainya, yang parah aset tanahnya. Tentunya ada oknum bermain. Belum lagi, tanah yang ditempati oleh Jamblang Pelabuhan uang sewa lahan masuk kemana. Satu hamparan tanah disana semua dimainkan oleh oknum PDAM,” paparnya.

Dengan serah terima pekerjaan dan aset ke DPUPR, lanjut dia, terdpaat gang-gang atau jalan kecil yang dahulu buat akses pengontrolan Riol di Perumnas hampir 90 persen dikuasai oleh pemilik tanah sebelah gangnya. Sehingga pengontrolan susah, dan tanah dibangun permanen sama penghuni.

“Baik yang di Gelatik maupun Perumnas Burung, harusnya Komisi II turun melihat itu dan mengecek langsung. Banyak Gang disana yang dikuasai oleh pemilik,” kata dia.

Menurut dia, seluruh bangunan rumah masyarakat yang menggunakan tanah CUDP segera dibongkar, karena mengganggu pemeliharaan riol untuk air limbah.

Kemudian, kolam oksidasi di Larangan batasannya sudah tidak jelas, karena jarak perumahan menggunakan jalan akses CUDP. Disitu air beracun sedangkan banyak yang melewati itu, tidak ada batas ataupun pagar.

“Dan juga yang di Gelatik Rumah Stasiun rusak tidak beraturan. Pemerintah Kota Cirebon kalau mau membangun Pompa Riol yang jelas dan merata semua, jangan setengah setengah,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "BCB Pompa Riol Ade Irma Suryani Hilang, Diduga Kuat Ada Keterlibatan Oknum Orang Dalam PDAM"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*