Tiadakan Pedagang Musiman, Sultan Sepuh XV Keluarkan Maklumat Soal Tradisi Muludan

Foto : Ist Keraton Kasepuhan Cirebon

LEMAHWUNGKUK – Kasultanan Kasepuhan Cirebon mengeluarkan maklumat terkait acara tradisi Muludan.

Demikian dikatakan oleh Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Luqman Zulkaedin SH MKn dalam maklumatnya kepada awak media, Selasa (22/9).

“Berdasarkan himbauan dan kebijakan Pemerintah Kota Cirebon dan mencegah serta melindungi  masyarakat  dari tertular Covid-19, terkait acara tradisi Muludan/Maulid Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami sampaikan Pedagang musiman di Alun-alun Keraton Kasepuhan ditiadakan,” kata Luqman.

Kemudian, lanjut Luqman, untuk upacara tradisi Panjang Jimat pun ditiadakan. Dimana akan diganti dengan pembacaan sholawat, dzikir, doa dan kitab barzanji oleh Kaum Masjid Agung, keluarga Sultan, abdi dalem, secara terbatas dan mengikuti protokol kesehatan.

“Tradisi Caos silaturahmi dilaksanakan terbatas dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Akan tetapi, kata Luqman, untuk objek wisata ziarah, religi dan budaya yakni Keraton Kasepuhan, Astana Gunung Jati, Taman Goa Sunyaragi tetap buka dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita semua menjaga kesehatan dan keselamatan. Dan berdoa agar wabah Covid-19 segera berakhir,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Tiadakan Pedagang Musiman, Sultan Sepuh XV Keluarkan Maklumat Soal Tradisi Muludan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*