KEJAKSAN – Jaringan Distribusi Utama (JDU) Air bersih yang telah selesai dilakukan pemasangan serta rencana pembangunan reservoar 2019 menjadi fokus utama pembahasan dalam rapat Komisi II DPRD Kota Cirebon dengan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, Kamis (10/1). Rapat tersebut digelar diruang rapat Griya Sawala Gedung DPRD Kota Cirebon.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata, H Sopyan Satari SE MM mengatakan Program pemasangan JDU dan pembangunan reservoar 9000 meter kubik di Plangon menjadi bahasannya bersama Komisi II. Pihaknya bersyukur untuk JDU sudah berakhir sejak Tanggal 30 November 2018 lalu.
“Tinggal menyambung dengan pipa eksisting dan menunggu reservoarnya yang direncanakan didanai oleh APBN Tahun anggaran 2019,” kata Opang sapaan akrab Sopyan Stari kepada awak media usai rapat.
Opang mengungkapkan Total anggaran pembangunan reservoar dengan pemasangan JDU di lintasan Jalan Tol sebesar Rp35 miliar dari APBN. Kemudian, kata dia, rencana alokasi air curah dari sumber air Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang.
“Kapasitas produksi untuk air minum sebesar 3500 liter perdetik dan intiknya akan dibangun di Parakan Kondang dan Kadipaten,” ungkapnya.
Masih kata Opang, proses produksi akan diolah di Parakan Kondang dan Kadipaten dimana setelahnya akan didistribusikan ke Majalengka, Bandara Kertajati, Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.
“Berapa panjang pipanya masih dalam proses karena menjadi kewenangan pusat dan kami hanya menerima air yang sudah jadi saja,” ujarnya.
Opang menuturkan, program masih berjalan, sehingga pemanfaatannya belum terasa. Termasuk dengan rencana pendapatan daerah yang belum sigifikan dimana masih dalam pembangunan.
“PAD dari Perumda Air Minum target Tahun 2019 Rp 2,4 miliar dan Tahun 2018 Rp2,1 miliar PAD bersih yang masuk ke Kota Cirebon,” tuturnya.
Sementara Itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Agung supirno bersama anggota lainnya mengatakan, hari ini Komisi II membahas tentang pemasangan pipa JDU 2018 dan rencana pembangunan reservoar di 2019 karena Pihaknya menginginkan ketika JDU telah terpasang untuk bisa segera diaktifkan.
“Salah satu faktornya harus ada reservoar dan bisa diketahui bahwa reservoar tinggal menunggu proses lelang di Kementrian dan Kami akan pro aktif agar bisa memprioritaskan Kota Cirebon dahulu,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Tunggu Reservoar, Komisi II Bareng Perumda Tirta Giri Nata Bahas Pemanfaatan JDU"