KEJAKSAN – Kota Cirebon yang ditetapkan jadi salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) oleh Pemerintan Pusat dan kota wisata oleh Pemprov Jawa Barat dituntut untuk terus berbenah agar kenyamanan dan keamanan diberbagai bidang terpenuhi. Salah satunya masalah penataan lalu lintas yang harus segera dilakukan di Kota Cirebon. Untuk mengurai itu semua, Pemerintah Kota Cirebon berencana membuat jalur satu arah (One Way).
Rencana pemberlakuan sistem lalu lintas satu arah (One Way) terus dikaji. Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja gabungan Komisi I dan II DPRD Kota Cirebon bersama Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) di Griya Sawala Gedung DPRD, Senin (6/1).
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ujianto ATD mengatakan, rencana sistem one way mengacu pada Perda Nomor 7/2017 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Konsep perencanaan dan pelaksanaan dilakukan bersama dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang terdiri dari dinas terkait, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
“Sudah kita uji coba juga di ruas Jalan Kartini. Tapi ternyata terjadi dampak dari one way ini adanya antrian di perlintasan sebidang Krucuk, stuck kendaraan di situ,” kata Ujianto
Dengan kondisi tersebut, lanjut Ujianto, sistem one way akhirnya ditunda. Pihaknya kini tengah melakukan kajian agar sistem one way bisa berdampak maksimal dan mengurangi kemacetan di Kota Cirebon.
“Kita kaji lebih komprehensif lagi, rencana tidak hanya satu ruas saja yang one way, tapi juga menyeluruh sebagaimana rekomendasi dari forum LLAJ,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I, Edi Suripno SIP MSi mengatakan, Kota Cirebon yang mengusung kota wisata harus didukung dengan lalu lintas yang baik dan nyaman untuk para wisatawan.
“Kajian lalu lintas termasuk sistem one way ini harus segera. Karena daya tampung kendaraan dengan jalan yang ada di kota, sudah tidak seimbang. Apalagi pada hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Anggota Komisi II, M Noupel SH MH mengatakan, sistem one way saat ini adalah kebutuhan, karena kota dan kabupaten lain sudah menerapkan.
“Kota Cirebon ke depan akan semakin crowded. One way salah satu cara untuk mengurai kemacetan. Tapi kajiannya harus benar-benar matang. Jangan sampe one way tapi malah menimbulkan kemacetan di ruas jalan yang lain,” tuturnya.
Atas hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos berharap, one way menjadi salah satu solusi kemacetan sekaligus mengurangi dampak kesulitan lalu lintas yang ada di Kota Cirebon.
“Pertemuan selanjutnya saya harap sudah ada konsep, titik mana saja yang akan one way, kemudian jangan lupakan juga terkait kantung-kantung parkir. Silakan hasil kajiannya disampaikan di masing-masing komisi, lalu kita kawal saat membahas anggaran dengan eksekutif,” katanya.
Ia menilai, persoalan lalu lintas butuh keseriusan dari semua pihak. Pasalnya, kelancaran dan kenyamanan lalu lintas juga menjadi pendukung wisata di Kota Cirebon.
“Terkait lalu lintas ini kita tidak main-main, karena akan menjadi penopang peta wisata,” tandasnya. (CP-06)




Be the first to comment on "Dukung Kemajuan Wisata, DPRD Desak Forum LLAJ Terapkan One Way Atasi Kemacetan"