Pastikan Kondisi Rel Kereta Pasca Dibongkar, Anggota DPRD Lakukan Sidak

Foto : CP-06 SIDAK. Anggota DPRD Kota Cirebon, Umar S Klau lakukan sidak rel kereta kuno pasca pembongkaran di gudang KAI, Jumat (24/4)

KEJAKSAN – Pembongkaran rel kereta api kuno di atas Sungai Kalibaru, terus menjadi polemik dan pusat perhatian masyarakat. Jumat (24/4) siang, Komisi III DPRD Kota Cirebon langsung melakukan pengecekan kondisi fisik rel tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau (USK), mendatangi lokasi penyimpanan sarana dan prasarana di sekitar Stasiun Cirebon.
Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa rel yang sebelumnya berada di Kalibaru kini sudah dalam kondisi terpotong-potong.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas polemik yang berkembang di masyarakat terkait pembongkaran rel kereta api kuno Cirebon yang dinilai memiliki nilai historis tinggi.

DPRD ingin memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mengkaji ulang proses pembongkaran yang telah dilakukan.

USK merasa sedih dan prihatin melihat kondisi rel yang kini tidak lagi utuh. Ia menilai, pembongkaran dilakukan tanpa perencanaan dan kajian mendalam sejak awal. Menurutnya, hal ini berpotensi menghilangkan nilai sejarah yang terkandung pada rel tersebut.

“Harusnya ada analisis terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. Dengan begitu, bisa dicari metode yang tepat tanpa merusak nilai historisnya,” kata Umar.

Lebih lanjut, Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk segera membentuk tim khusus. Tim tersebut nantinya bertugas melakukan audit ex post facto atau pemeriksaan setelah kegiatan berlangsung.

“Kami juga menilai masih ada kemungkinan mengembalikan sebagian nilai sejarah melalui penataan ulang,” tuturnya

Sementara itu, Vice President KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto mengatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas terkait solusi ke depan atas rel bersejarah tersebut. “Solusinya apakah rekonstruksi, perbaikan atau bagaimana,” ujar Sigit.

Namun sebelumnya, menurut Sigit, pernah diungkapkan bahwa akan ada opsi di lokasi bekas rel tersebut dibangun.

“Bahwa di lokasi dekat rel ini opsi yang paling memungkinkan adalah membuat monumen. Nanti di situ akan ada tampilan foto, dulu bagaimana dan sebelum pembongkaran bagaimana, setelah dibongkar bagaimana,” tuturnya.

Sementara itu, Umar Stanis Klau mengatakan, pihaknya cukup prihatin dan sedih melihat langsung kondisi rel yang telah terpotong-potong.

“Pembongkaran tanpa ada analisa dulu, makanya saya ingin lihat dulu seperti apa, ternyata kan sudah terpotong-potong,” katanya.

Jika di awal ada analisa terlebih dahulu dengan melibatkan berbagai pihak, menurutnya, nanti sebetulnya akan ada solusi, seperti cara pemotongan besi.

“Kita berharap masih bisa rekonstruksi ulang. Kita juga mendorong Disbudpar membentuk tim untuk melakukan audit ex post factum, yaitu jenis pemeriksaan atau audit yang dilakukan setelah suatu kejadian, transaksi, atau pelaksanaan kegiatan selesai dilaksanakan,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Pastikan Kondisi Rel Kereta Pasca Dibongkar, Anggota DPRD Lakukan Sidak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*