KESAMBI – PDI Perjuangan telah menggelar Rakernas dengan Megawati Soekarno Putri terpilih kembali menjadi Ketua Umum lima tahun kedepan.
Selanjutnya akan digelar pemilihan Ketua DPD tingkat Provinsi dan Ketua DPC tingkat Kabupaten dan Kota se-Indonesia. Termasuk didalamnya Kota Cirebon
Peraturan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan nomor 01 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Konferensi Daerah, Konferensi Cabang, Konferensi Perwakilan Luar Negeri, Musyawarah Anak Cabang, Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting PDI Perjuangan telah keluar.
Menariknya, penurunan jumlah perolehan kursi di DPRD Kota Cirebon pada Pemilu Tahun 2024 lalu menjadi catatan dan evaluasi internal partai secara serius
Tentunya pekerjaan rumah yang cukup banyak akan diemban oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon selanjutnya untuk memperoleh kejayaan kembali di pemilu berikutnya
Nama – Nama calon kuat yang akan menjadi Ketua DPC pun bermunculan yakni, Imam Yahya, Umar Stanis Klau (USK) hingga Sarifudin. Dimana mereka duduk sebagai Anggota legislatif periode 2024-2029
Atas hal tersebut, Kader senior PDI Perjuangan Kota Cirebon atau biasa disebut Banteng Tua, Hasanudin menilai Calon Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon seharusnya yang bukan menjadi Anggota DPRD sehingga bisa benar-benar serius membenahi partai
“Sesuai aturan yang sudah turun dari DPP, dimana calon ketua DPC minimal harus menjabat sebagai pengurus minimal 5 tahun,” kata Hasanudin kepada Cirebon Pos, Kamis (28/8)
Hasanudin mengungkapkan apalagi Anggota DPRD yang baru saja jadi dan baru ber KTA PDI Perjuangan dimana belum layak menjadi Calon Ketua DPC
“Menurut kami di Banteng Tua, sosok Fitria Pamungkaswati layak menjadi Ketua DPC kembali karena fokus membenahi dan memperkuat struktur partai,” ungkapnya
Di sisi lain, lanjut Hasanudin, proses pemilihan ketua DPC lebih baik seperti dahulu dimana terlihat jelas demokrasinya
“Dari tingkatan bawah (PAC) merekomendasikan nama-namanya Calon Ketua DPC ke DPP sehingga referensi PAC menjadi pedoman utama untuk memilih Calon ketua DPC,” jelas Hasanudin yang juga pernah menjadi Ketua PAC Kesambi
Hasanudin pun menuturkan Demokrasi di internal partai perlu ditingkatkan kembali sehingga bisa terbuka dan sosok Ketua DPC merupakan masukan dari tingkat PAC, Ranting, maupun Anak Ranting
“Kalau demokrasi terbuka akan jauh lebih baik sehingga Ketua DPC selanjutnya adalah kader yang sudah lama bukan yang baru jadi,” pungkasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Kader Lama dan Baru, Adu Kuat Calon Jelang Konfercab PDIP Kota Cirebon"