Pentingnya Perempuan Merumuskan Kebijakan, Lili Eliyah: Tekad dan Keinginannya Harus Kuat

Foto : CP-06 Anggota DPRD Fraksi Golkar Jawa Barat, Lili Eliyah SH MM

BANDUNG – Pendidikan Politik bagi perempuan bertujuan Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Meningkatkan pemahaman peran perempuan dalam politik juga pemahaman dan ketrampilan tentang kepemimpinan.

Persyaratan 30 % untuk maju sebagai Caleg di KPU seandainya yang jadi tidak 30% melalui perjuangan perempuan itu sendiri perlu perjuangan dan, perjuangannya kurang keras. Tapi seandainya perempuan keinginan tekadnya kuat saya rasa lebih 30 % bisa terlampaui.

Demikian dikatakan oleh oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Golkar Lili Eliyah SH MM saat di temui diruang kerjanya, Senin (15/8).

“Menurut saya tidak perlu ada kuota-kuota kalau perempuan sudah siap, kenapa tidak bisa melampaui lebih 30%. Jelas ini dibutuhkan pendidikan politik pada perempuan bahwa perlu perempuan juga ikut merumuskan dalam setiap kebijakan,” kata Lili.

Kadang-kadang, lanjut Lili, partai itu juga banyak kesulitan mencari perempuan dengan adanya kuota 30% , akhirnya banyak diantara partai yang penting bisa menempelkan nama perempuan dalam arti asal memenuhi syarat saja. Tapi, kata Lili, tidak dibina bagaimana cara penerapan harus mencari suara.

“Untuk memenuhi partainya agar lolos, kita kadang kesulitan begitu ada syarat kuota. Menurut saya tidak perlu kuota juga kalau seandainya perempuannya lebih siap bisa lebih 30%,” ungkapnya.

Masih kata Lili, banyak perempuan yang duduk di lembaga Legislatif karena dilihat dari sisi kemampuannya dan professional, maka orang tidak akan menganggap perempuan atau laki-laki .

“Disini perlu perkumpulan perempuan, memperbanyak pendidikan, supaya paham apa itu politik. Jangan sampai politik itu begini-begini, karena dia tidak tahu hanya melihat dari mata telanjang saja. Makanya harus di sosialisasikan,” paparnya.

Menurut Lili, pendidikan politik bagi perempuan sangat penting untuk memenuhi syarat, kebanyakan begitu. Malah, ketika menjadi ketua partai kekurangan kaum perempuan untuk maju menjadi calon legislaatif.

“Malah kita biayai juga mubazir untuk partai rugi. Untuk memunculkan potensi perempuan itu sulit, maka perlu diperbanyak untuk pendidikan politik, di KPP Kota Cirebon sudah melebihi 30 % ada 11 kaum perempuan yang duduk di lembaga Legislatif Kota Cirebon, itu merupakan suatu kebanggan. Jadi parameternya siapa yang duduk diparlemen,” jelasnya.

Lili yang duduk di Komisi 1 DPRD Jabar bertekad banyak yang akan diperjuangkan daerah, khususnya Dapil. Kira-kira, kata dia, program apa yang pas untuk mensejahterakan masyarakat supaya tidak terlalu tergantung terhadap program-program yang dia sendiri kurang paham, khususnya untuk kaum perempuan.

“Saya ingin banyak memberikan pemahaman-pemahaman politik pada kaum perempuan. Sebetulnya potensi perempuan sangaat tinggi, tinggal dibangkitkan potensinya dan digerakan semangatnya agar dia bisa berkiprah mengambil selalu suatu peran dalam pemerintah,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Pentingnya Perempuan Merumuskan Kebijakan, Lili Eliyah: Tekad dan Keinginannya Harus Kuat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*