KEJAKSAN – Tidak berjalannya komunikasi yang baik antara RSD Gunung Jati Cirebon dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam penanganan pasien meninggal yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi sorotan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon.
Kejadian masyarakat Gunung Jati Kabupaten Cirebon tak terima dengan penanganan jenazah yang akan dikuburkan, Minggu (4/10) menjadi tanggung jawab penuh Direktur Utama RSD Gunung Jati.
Demikian dikatakan oleh Aggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Andi Riyanto SE saat diwawancarai Cirebonpos ditengah kegiatannya, Selasa (6/10).
“Kejadian kemarin menjadi tanggung jawab penuh Direktur Utama RSD Gunung Jati. Karena memang lemahnya koordinasi. Apalagi jenazah hanya diantarkan oleh supir saja tanpa adanya tenaga medis,” tegas Andi.
Andi mengungkapkan, RSD Gunung Jati harus melakukan protokol Covid-19 dari awal hingga penguburan jenazah yang meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Alasannya apapun tidak berpengaruh. Dimana seharusnya protokol covid harus dijalankan sampai penguburan,” ungkapnya.
Masih kata Andi, bukan hanya supir saja yang mengantarkan, tetapi harus ada tenaga medis yang mendampingi. Sehingga, bisa jelas protapnya dan masyarakatpun tidak kebingungan karena ada yang menjalankan itu.
“Rumah sakit ceroboh sekali dan saya rasah ini kesalahan cukup fatal untuk sebuah rumah sakit sekelas Gunung Jati,” ujarnya.
Andi menjelaskan, Komisi III pun akan segera memanggil rumah sakit untuk klarifikasi karena hal seperti itu bukan hanya sebuah keteledoran akan tetapi memang membahayakan warga.
“Ketika warga melakukan tindakan tidak baik dengan membuka peti jenazah, akan menimbulkan permasalahan baru,” jelasnya.
Menurut Andi, kinerja Direktur RSD Gunung Jati dipertanyakan karena terdapat keteledoran dna kecerobohan yang terjadi dalam penanganan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19
“Hal ini bisa berdampak fatal bagi semuanya. Bisa saja terjadi cluster baru, kalau sudah terjadi cluster baru rumah sakit mau bertanggung jawab atau tidak,” tandasnya. (CP-06)




Be the first to comment on "Koordinasi Lemah, Anggota Komisi III Sebut Tanggung Jawab Penuh Direktur Utama RSD Gunung Jati"