KUNINGAN – Kabupaten Kuningan Jawa Barat, tak henti terus memunculkan keunggulan wisata alamnya. Berbagai tempat wisata disajikan untuk menarik wisatawan datang dan juga menambah pendapatan asli daerah dari sektor wisata
Kali ini, Berawal dari keterbatasan modal serta belum optimalnya potensi desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagara, Kecamatan Darma kini mampu mengembangkan sektor wisata sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
Salah satu potensi yang dikembangkan adalah kawasan Waduk Darma yang berada di sekitar Desa Jagara.
BUMDes Jagara dibentuk pada 23 November 2022. Sejak awal berdiri, pengelola melihat keberadaan Waduk Darma sebagai modal utama untuk mengembangkan Desa Wisata Jagara.
Direktur BUMDes Desa Jagara, Sopyan, mengatakan pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.
“Mulai tahun 2022, kami mencoba mengarahkan pengembangan ke Desa Wisata Jagara karena di sini sudah ada destinasi objek wisata Waduk Darma. Ini menjadi cikal bakal pemikiran kami untuk mengembangkan potensi desa,” kata Sopyan kepada awak media usai memperkenalkan wisata Desa Jagara, Rabu (23/9)
Menurutnya, keberadaan BUMDes tidak hanya berorientasi pada keuntungan lembaga. Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai, mulai dari mengoptimalkan potensi desa, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, hingga meningkatkan pendapatan BUMDes.
“Pendapatan tersebut diharapkan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) Jagara,” katanya
Dalam mengembangkan usaha, lanjut Sopyan, BUMDes Jagara mengedepankan inovasi dan kolaborasi. Keterbatasan modal yang dimiliki membuat BUMDes harus menggandeng berbagai pihak, termasuk perbankan dan masyarakat.
“Karena keterbatasan modal, kami tidak bisa terlepas dari koordinasi dan kolaborasi dengan pihak perbankan sebagai support system pengembangan usaha. Kami juga melibatkan masyarakat sebagai investor lokal,” paparnya
Upaya tersebut, lanjut Sopyan, perlahan membuahkan hasil. Pada 2024, Desa Wisata Jagara berhasil masuk lima besar Lomba Desa Wisata Nusantara.
Prestasi tersebut kemudian meningkat pada tahun berikutnya. Desa Wisata Jagara berhasil meraih juara pertama Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 kategori Maju Mandiri yang diselenggarakan Kementerian Desa.
Kini, BUMDes Jagara mengelola dan berkolaborasi dalam sejumlah potensi wisata serta sektor ekonomi masyarakat.
Di antaranya pengelolaan objek wisata Waduk Darma melalui kerja sama dengan PT Jaswita Jabar, pengembangan kawasan Tepi Dago Jagara, pasar kreatif sebagai ruang bagi pelaku UMKM lokal, Taman Desa Jagara, hingga Jagara Eco Park.
Sopyan mengatakan pengembangan wisata tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendatangkan wisatawan.
Lebih dari itu, BUMDes ingin memastikan masyarakat Desa Jagara ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.
“Kami ingin warga masyarakat desa menjadi pelaku usaha dari aktivitas wisata yang ada di Desa Jagara. Jadi manfaat ekonomi dari pariwisata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, OJK akan terus memberikan dukungan kepada Desa Jagara agar pengelolaan wisata ini bisa terus memaksimalkan potensinya
“Terutama bagi pegiat UMKM yang msh terhambat dalam permodalannya. Kami akan mengajak lembaga keuangan untuk bisa bekerjasama dengan pelaku UMKM,” kata Agus
Agus menuturkan Banyak pelaku UMKM yang memerlukan modal untuk meningkatkan usaha nya di Desa Jagara ini. Tentu OJK terus berkordinasi dengan BUMDES dan masyarakat agar bisa mempermudah UMKM ini terus berkembang
“Mengingat sudah banyak wisatawan baik luar kota maupun mancanegara yang datang untuk menikmati alam Desa Jagara,” tandasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Didukung OJK Cirebon, Desa Wisata Jagara Terus Kembangkan Aktivitas Pariwisata"