CIREBON – Radio Republik Indonesia (RRI) memasuki usia ke-81 dengan komitmen memperkuat peran sebagai media publik di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Momentum tersebut ditandai dengan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya secara serentak di seluruh Indonesia pada pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA, dan 11.00 WIT, Jumat (11/9).
Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo mengatakan, peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen terhadap Tri Prasetya. Menurutnya, jati diri RRI adalah menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan nasional melalui kekuatan siaran.
“Bicara tentang bagaimana melindungi negara dengan alat siaran kita, mengarahkan program kita untuk membantu pencapaian tujuan negara, dan berdiri di atas segala keyakinan dan kelompok untuk mengedepankan persatuan bangsa, persatuan nasional. Inilah jati diri kita,” ujarnya dalam sambutan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya di Jakarta yang disiarkan langsung oleh RRI di seluruh Indonesia.
Ia menyebut tema HUT ke-81 RRI tahun ini adalah “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut menegaskan peran RRI sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya.
Transformasi RRI, lanjutnya, terus dilakukan melalui pengembangan penyiaran multiplatform dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya RRI mendekatkan diri dengan audiens melalui berbagai platform sesuai perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari manajerial, multiplatform, kecerdasan buatan, hingga uji kompetensi wartawan dan penyiar. Hingga kini, lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi wartawan radio sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.
*Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi RRI*
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menilai usia 81 tahun tidak boleh membuat RRI terjebak dalam rutinitas dan kehilangan kreativitas. Menurutnya, RRI perlu mengembangkan strategi kepemimpinan ambidextrous dengan tetap memanfaatkan kekuatan yang dimiliki sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan pembaruan.
Ia menyebut 60,20 persen pegawai LPP RRI berusia 40 tahun ke bawah sehingga menjadi modal penting untuk mendorong eksplorasi, kreativitas, dan inovasi. Ia mendorong generasi muda RRI diberi ruang lebih besar dalam proses transformasi agar lembaga semakin relevan, terpercaya, berdampak, dan inspiratif.
“Komposisi tadi merupakan bonus demografi yang membuka ruang tumbuh suburnya eksplorasi, kreativitas dan inovasi. Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI. Inilah senjata sakti mandraguna kita yang lain,” ujarnya.
*HUT ke-81 RRI Cirebon Perkuat Kebersamaan*
Peringatan HUT ke-81 RRI juga dilaksanakan di RRI Cirebon melalui rangkaian Upacara Hari Radio ke-81 Tahun 2026 dan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya. Kegiatan tersebut dihadiri angkasawan dan angkasawati RRI Cirebon, Dharma Wanita, pensiunan RRI, serta mitra RRI, termasuk narasumber, Forum Komunikasi Pemerhati RRI, dan perwakilan dinas maupun instansi mitra RRI.
Kepala RRI Cirebon, Wenefrida Novi Herajanti mengatakan, usia ke-81 menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus membangun motivasi baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia berharap seluruh insan RRI semakin dewasa, tangguh, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat.
“Di usia ke-81 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai introspeksi dan motivasi baru. Semoga kita semakin dewasa, semakin tangguh dan semakin bermanfaat bagi lingkungan masyarakat dan semua pihak yang bekerja sama dengan kita,” ujarnya.
Menurutnya, RRI masih mampu bertahan dan dipercaya masyarakat karena informasi yang disampaikan melalui proses verifikasi. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi RRI untuk terus menjalankan fungsi pelayanan publik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Sungguh merupakan hal yang patut kita hargai, di tengah krisis sekarang ini RRI masih tetap eksis dan masih tetap dipercaya oleh masyarakat dan kita sebagai media yang terpercaya karena informasi-informasi kita tentunya sudah terverifikasi,” katanya.
*Rangkaian Kegiatan Libatkan Keluarga Besar RRI*
Di RRI Cirebon, rangkaian HUT ke-81 juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar RRI. Kegiatan tersebut meliputi lomba baca berita, mancing estafet, badminton antarkaryawan, serta family gathering untuk mempererat kebersamaan.
Ketua Panitia Hari Bhakti ke-81 RRI Cirebon, Alek Sunardi mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RRI, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan keluarga besar RRI serta memperkuat eksistensi RRI Cirebon sebagai media yang hadir dan dekat dengan masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RRI, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan keluarga besar RRI serta memperkuat eksistensi RRI Cirebon sebagai media yang hadir dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenang perjalanan panjang RRI sekaligus memperkuat kebersamaan. Menurutnya, RRI tidak hanya berperan sebagai media penyiaran, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan aspirasi masyarakat.
“Selama 81 tahun, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. RRI tidak hanya hadir sebagai media penyiaran, tetapi juga menjalankan peran sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi, edukasi, hiburan, serta menjadi ruang komunikasi dan aspirasi masyarakat,” katanya.
*RRI Diharapkan Semakin Dekat dengan Masyarakat*
Sementara itu, Forum Komunikasi Pemerhati RRI, Maman S Maryono menilai, RRI telah memiliki ruang yang baik dalam menyerap aspirasi masyarakat melalui berbagai program, termasuk talk show. Ia juga mendorong penguatan jangkauan siaran dan interaksi dengan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas, pelajar, dan mahasiswa perlu terus dikembangkan agar keberadaan RRI semakin dirasakan masyarakat. Keterlibatan pendengar juga dinilai penting untuk memastikan program yang disajikan tetap sesuai dengan kebutuhan publik.
“RRI memang sudah bagus untuk mengakomodasi aspirasi dari pendengar dan juga ada talk show yang sudah berjalan dengan bagus. Pendengar itu penting, karena bagaimanapun juga pendengar ini mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi,” katanya.
Memasuki usia ke-81, ia berharap RRI terus meningkatkan kualitas program dan kompetensi sumber daya manusia sekaligus membuka ruang lebih luas bagi tokoh masyarakat, komunitas, pengasuh, dan pendengar untuk terlibat dalam pengembangan program.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting agar RRI tetap relevan dan mampu menjadi mitra strategis masyarakat di tengah perubahan teknologi dan semakin beragamnya pilihan media. (CP-10)

Be the first to comment on "Peringati HUT ke-81, RRI Perkuat Komitmen sebagai Media Publik yang Adaptif dan Terpercaya"