KEJAKSAN – Mayor Tan Tjin Kie menjadi sosok yang tak bisa terlupakan dalam sejarah pembangunan Cirebon pertama kali. Ia menjadi contoh bagi masyarakat atas kedermawanannya dalam membangun baik rumah sakit, sekolah, wayang kulit, topeng dan sebagainya.
Atas hal tersebut, Komisi III DPRD Kota Cirebon menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Majelis Seni dan Tradisi (MESTi) Cirebon serta dinas terkait bertempat di Griya Syawala, Senin (2/2).
Ketua MESTi Cirebon, Dedi Kampleng mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah kota untuk mengusulkan dua nama tokoh agar diberi penghargaan bukan hanya selembar kertas kepada Mayor Tan Tjin Kie dengan merevitalisasi makamnya dan Ayip Muh Pondok pesantren Jagasatru menyusun geografi sejarahnya
“Kami berikan deadline kepada pemerintah kota Cirebon selama satu tahun kedepan 2027 di hari jadi Cirebon untuk memberikan penghargaan kepada dua tokoh tersebut,” kata Dedi
Dedi mengungkapkan, jika tidak bisa, masyarakat akan mengupayakan dengan cara terhormat ada dua opsi makam akan dipindahkan ke Malang karena beliau sangat berjasa di malang pemerintah disana pun sudah meminta dengan bersurat ke keluarga Tan Tjin Kie.
“Kemudian, masyarakat akan mengupayakan swadaya gotong royong patungan menghadirkan kembali makam Mayor Tan Tjin Kie,” ungkapnya.
Dalam persepektif, kata Dedi, Mayor Tan Tjin Kie tokoh yang bisa mengharmonisasi budaya suku dan perbedaan lain, dan sosok Ayip Muh merupakan Kiyai karismatik yang berjuang di budaya sosial dan sebagainya.
“Masyarakat yang sudah ada disekitar makam Mayor Tan Tjin Kie agar dipindahkan ke tempat yang lebih layak, sehingga penataan makam bisa dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cirebon Fraksi PDI Perjuangan Umar Stanis Klau (USK) mengatakan Komisi III didampingi oleh Pimpinan DPRD, menerima RDP dengan MESTi Cirebon.
“Kami sangat apresiasi dan merespon positif karena kaitannya erat dengan visi misi kota cirebon terutama dibidang pelestarian seni dan budaya,” kata USK.
Kota Cirebon, lanjut USK, memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang tidak kalah gaungnya dengan daerah lain. Tentu dengan memiliki sejarah panjang sejak abad 14 dan penjajahan dimana Cirebon lahirnya peradaban tua di dunia.
“Kami sepakat memberikan penghargaan kepada tokoh yang berjasa besar dalam melahirkan budaya tradisi Cirebon salah satunya Mayor Tan Tjin Kie berjasa besar dalam tradisi budaya maupun di bidang fisik lainnya,” tegas USK.
Tidak hanya menghargai hasil karya, kata USK, akan tetapi menghargai aktor budaya karena beliau sejatinya pahlawan Cirebon.
“Kita hanya melestarikan tidak membuat baru perlu diberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan kalau perlu ada kajian penelitian lanjutan sebagai pahlawan lokal,” ujarnya.
USK menuturkan, masyarakat meminta agar cara menghargai pahlawan antara lain harus menghadirkan kembali jejak leluhur dalam hal ini makam beliau.
“Perlu solusi pendekatan dan komunikasi menyeluruh kepada masyarakat yang tinggal disekitar makam Mayor Tan Tjin Kie. Agar bisa menghadirkan kembali makam yang bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya,” tandasnya. (CP-06)





Be the first to comment on "Apresiasi Langkah MESTi, USK Dukung Pemberian Penghargaan Tokoh Cirebon yang Berjasa"