CIREBON – KPw BI Cirebon bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Ciayumajakuning menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Semester I Tahun 2026, Selasa (15/9) di salah satu hotel di Jalan Kartini Kota Cirebon. Kegiatan HLM ini mengambil tema “Memperkuat Resiliensi melalui Sinergi Pengendalian Inflasi dan Akselerasi Transformasi Digital untuk Ekonomi Ciayumajakuning yang Inklusif dan Berkualitas.”
Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah se-Ciayumajakuning, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis. HLM menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi kebijakan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat transformasi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas perkembangan inflasi terkini, berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga, serta langkah strategis yang perlu dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan pangan. Penguatan implementasi program pengendalian inflasi berbasis kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) menjadi fokus utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Seebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, harga pangan dan transformasi digital, dilakukan penandatanganan komitmen bersama Kepala Daerah se-Ciayumajakuning untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan perluasan digitalisasi. Komitmen tersebut mencakup penguatan produksi komoditas pangan strategis, peningkatan sinergi antarwilayah, optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD), serta penguatan upaya mitigasi risiko yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi,” ujar Kepala BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis.
Masih kata dia, untuk mendukung implementasi komitmen tersebut, pada kesempatan yang sama turut dilakukan penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani di wilayah Ciayumajakuning. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kapasitas petani, serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi utama ketahanan pangan daerah.
“Langkah ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan pangan,” katanya.
Selain membahas pengendalian inflasi, lanjut Kepala BI, HLM TP2DD menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi daerah melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperluas ekosistem transaksi digital di masyarakat.
Tak hanya itu, lanjut Rengganis, TP2DD menjadi instrumen penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang modern dan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Komitmen yang akan sepakati yakni mempercepat digitalisasi transaksi daerah dan perluasan pembayaran non-tunai untuk mewujudkan layanan publik yang efisien, transparan, dan inklusif.
Melalui penyelenggaraan HLM ini, seluruh anggota TPID dan TP2DD Ciayumajakuning menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat transformasi digital daerah.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan ekonomi Ciayumajakuning yang lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, wilayah Ciayumajakuning optimistis mampu menjaga inflasi pada tingkat yang terkendali, memperkuat ketahanan pangan, mempercepat digitalisasi daerah, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kepala BI Cirebon. (CP-06)




Be the first to comment on "Lewat HLM TPID dan TP2DD Ciayumajakuning, BI Cirebon Dorong Optimalisasi Kerjasama Antar Daerah"