Ketua DPRD Dorong RMI NU Kabupaten Cirebon Bersinergi Tangani Sampah, Fasilitas Umum dan Tempat Ibadah Jadi Perhatian

Foto : Ist SINERGI. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH bersama pengurus PCNU Kabupaten Cirebon dan Dinas Lingkungan Hidup gelar kegiatan RMI Sinergi dengan pembagian tempat sampah untuk pesantren, ta'mir masjid dan mushala serta sosialisasi pengendalian lingkungan.

CIREBON – Penanganan persoalan sampah di Kabupaten Cirebon membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, lembaga pendidikan, pengelola fasilitas umum, hingga masyarakat di tingkat akar rumput dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH saat menghadiri kegiatan RMI Bersinergi melalui pembagian tempat sampah dan sosialisasi pengendalian lingkungan bagi pesantren, ta’mir masjid dan mushala. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama PCNU Kabupaten Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan DPRD Kabupaten Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Sophi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah daerah. Dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).

“Penanggulangan sampah harus menjadi gerakan bersama. RMI NU memiliki jaringan yang luas, khususnya melalui pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Ini merupakan potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujar Sophi.

Menurutnya, keberadaan pesantren, masjid dan mushala tidak hanya memiliki fungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ruang sosial yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengelolaan lingkungan di tempat-tempat tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

Sophi juga menyoroti pentingnya penanganan sampah di berbagai fasilitas umum, kawasan sosial dan tempat peribadatan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Fasilitas umum, tempat sosial dan tempat peribadatan harus menjadi perhatian. Jangan sampai tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat justru menjadi titik penumpukan sampah karena pengelolaannya tidak tertangani dengan baik,” tegasnya.

Ia menilai, lingkungan pesantren dan tempat ibadah semestinya dapat menjadi contoh penerapan budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Untuk itu, pengelolaan sampah harus dilakukan secara terencana, mulai dari penyediaan sarana, pemilahan, pengurangan sampah hingga pengangkutan dan pengelolaan pada tahap berikutnya.

“Tempat ibadah dan pesantren harus bisa menjadi contoh. Kalau lingkungan di dalamnya bersih dan pengelolaan sampahnya baik, nilai edukasinya akan langsung dirasakan dan ditiru oleh masyarakat,” katanya.

Selain persoalan pengangkutan dan pembuangan sampah, Sophi menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam mengatasi persoalan sampah dalam jangka panjang.

“Mulai dari rumah, pesantren, sekolah, pasar, fasilitas umum hingga tempat ibadah, masyarakat harus dibiasakan memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Ini bukan semata-mata persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, lingkungan dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Karena itu, ia mengapresiasi kegiatan RMI Bersinergi yang tidak hanya memberikan fasilitas berupa tempat sampah, tetapi juga disertai dengan sosialisasi dan edukasi mengenai pengendalian lingkungan.

Menurut Sophi, pemberian sarana harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran dan tanggung jawab pengelola. Dengan demikian, fasilitas yang diberikan tidak berhenti sebagai simbol kegiatan, tetapi benar-benar dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.

Ia berharap sinergi antara RMI NU, PCNU, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui DLH, DPRD serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi gerakan bersama dalam penanganan sampah.

“Yang terpenting bukan hanya kegiatan hari ini, tetapi bagaimana setelah kegiatan ini ada konsistensi. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan fasilitas, sementara masyarakat bersama organisasi sosial-keagamaan ikut menjaga, mengedukasi dan mengawasi pelaksanaannya,” pungkas Sophi.

Dengan kolaborasi tersebut, penanganan sampah di Kabupaten Cirebon diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi gerakan yang berkelanjutan dan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
(CP-10)

Be the first to comment on "Ketua DPRD Dorong RMI NU Kabupaten Cirebon Bersinergi Tangani Sampah, Fasilitas Umum dan Tempat Ibadah Jadi Perhatian"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*