Sedekah Bumi dan Arak-arakan Desa Astana Bakal Digelar Kembali

Foto : Ist Juru Kunci Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin

CIREBON – Masyarakat Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menginginkan tradisi budaya berupa Festival Sedekah Bumi, arak-arakan, dan nadran kembali digelar.

Tradisi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari warisan leluhur yang perlu dilestarikan.

Rangkaian tradisi tersebut berkaitan erat dengan kawasan makam Sunan Gunung Jati yang menjadi salah satu pusat kegiatan budaya dan religi masyarakat di wilayah Gunung Jati.

Juru Kunci atau Jeneng Makam Sunan Gunung Jati, Nasirudin, mengatakan usulan untuk menggelar kembali acara ider-ideran datang dari sejumlah tokoh masyarakat.

“Intinya berdasarkan masukan-masukan dari tokoh-tokoh masyarakat yang menginginkan adanya acara ider-ideran itu diadakan kembali,” kata Nasir, usai kegiatan rapat tersebut, Selasa (15/9).

Menurutnya, pelaksanaan tradisi tersebut tetap harus memperhatikan kondisi lalu lintas dan aktivitas masyarakat. Karena itu, pihaknya berencana melakukan penyesuaian terhadap rute arak-arakan.

“Rutenya mungkin yang tadinya sampai batasan Taman Krucuk, saya akan rubah sampai batasan di Klayan atau di Pertamina saja,” ujarnya.

Perubahan rute tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan yang ditimbulkan selama kegiatan berlangsung.

Selain rute, waktu pelaksanaan juga akan disesuaikan. Jika sebelumnya keberangkatan acara direncanakan pada Sabtu, Nasir menyebut pihaknya akan mengusulkan pelaksanaan pada Minggu pagi.

“Dan harinya pun tadinya hari Sabtu keberangkatan acara, saya akan rubah menjadi hari Minggu pagi,” katanya.

Nasir berharap rencana menghidupkan kembali tradisi tersebut mendapat dukungan dari masyarakat Desa Astana dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama agar nilai-nilai yang diwariskan leluhur tetap terjaga. (CP-06)

Be the first to comment on "Sedekah Bumi dan Arak-arakan Desa Astana Bakal Digelar Kembali"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*