Dilaporkan Ke BK, LSM Tuding Ada Dugaan Keterlibatan Oknum Pansus Hibah di Class Action ARM

Foto : CP-06 PERCAKAPAN VIA WHATSAPP. Nampak LSM yang tergabung dalam Elemen Masyarakat Kota Cirebon tunjukan bukti percakapan dengan Ketua ARM soal setoran sejumlah uang disela-sela jumpa pers, Selasa (22/6).

KEJAKSAN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Elemen Masyarakat Kota Cirebon kembali melakukan perlawanan kepada Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang akan melakukan Class Action Walikota dan Ketua Yayasan PSGJ atas hibah tanah di Kompleks Stdion Bima dari Pemkot Cirebon kepada YPSGJ.

Di sisi lain, pergerakan serta data yang dipegang oleh ARM untuk melakukan Class Action tersebut diduga didukung serta didorong penuh oleh oknum Pansus Hibah DPRD Kota Cirebon.

Bahkan, ARM telah beberapa kali bertemu dengan oknum Pansus Hibah DPRD tersebut baik di luar kota maupun di dalam Kota Cirebon.

Demikian dikatakan oleh Elemen Masyarakat Kota Cirebon, Agung Sentosa (Ketua LSM Penjara Kota) didampingi Ketua LSM lain dalam jumpa pers dihadapan awak media disalah satu cafe di Jalan Kartini, Selasa (22/6).

“Kami telah berkunjung ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon untuk melaporkan adanya dugaan kebocoran data dokumen milik negara mengenai hibah kepada YPSGJ yang dilakukan oleh oknum Pansus Hibah DPRD Kota Cirebon kepada pihak luar yang tidak mempunyai kewenangan, yaitu ARM,” kata Agung.

Agung memastikan, dugaan tersebut disertai dengan bukti-bukti yang kuat bahkan terdapat juga didalam rekaman.

“Bukti sudah jelas dan rekaman pun ada, bahwa ARM mengakui dokumen itu diserahkan oleh oknum Pansus Hibah DPRD Kota Cirebon,” tegasnya.

Masih kata Agung, pihaknya pun telah menyerahkan kepada BK hard copy bukti, sehingga bisa segera diproses.

“Oknum Pansus Hibah DPRD bertemu dengan ARM pertama kali di rest area Jakarta, dan setelah itu pun sering kali pertemuan di Cirebon,” jelasnya.

Sementara itu, Elemen Masyarakat Kota Cirebon lainnya, Aji Priatna (Ketua LSM Gapura Kota Cirebon) mengatakan, ARM dan oknum Pansus Hibah DPRD melakukan beberapa pembicaraan, dimana menceritakan aspek hukum dan sebagainya.

“Oknum Dewan pun meminta ARM meneruskan persoalan hibah ini. Dan hampir semua Anggota Pansus Hibah bertemu ARM,” kata Aji.

Aji mengungkapkan, diduga ARM dikendalikan oleh hampir semua anggota Pansus Hibah DPRD Kota Cirebon.

Kemudian, lanjut Aji, ada sebuah konspirasi besar dimana pihaknya sudah betemu dengan ARM dan mereka meminta sejumlah uang senilai Rp1 miliar kemudian turun menjadi Rp500 juta dan terakhir Rp350 juta.

“Kami akan lapor ke Polres terkait pemerasan Furqon Mujahid  (ARM) dan pembocoran dokumen negara oleh oknum Pansus Hibah DPRD Kota Cirebon,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Dilaporkan Ke BK, LSM Tuding Ada Dugaan Keterlibatan Oknum Pansus Hibah di Class Action ARM"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*