Akui Gampang Kelola BRT, Sekretaris Organda: Kesannya Jadi Sulit Begini

Foto : Ist Belum dioperasikan, Bus Rapid Transit (BRT) masih terparkir di halaman Dishub Kota Cirebon.

LEMAHWUNGKUK – ┬áBus Rapid Transit (BRT) yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota Cirebon nampak belum bisa beroperasi

Hal itu terkesan Pemerintah Kota Cirebon tidak siap dalam menjalankan BRT.

Disisi lain, Organda Kota Cirebon menilai sangat mudah untuk mengoperasikan BRT dimana bisa dimulai dari sosialisasi kepada transportasi yang sudah ada.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Organda Kota Cirebon, Karsono saat diwawanca Cirebonpos ditengah kesibukannya.

“Sebenarnya gampang saja untuk menjalankan BRT, selagi unsur pemerinthanya baik Walikota, Wakil Walikota, Dishub, dan PD Pembangunan siap menjalankan itu,” kata Karsono.

Menurut Karsono, menjalankan BRT itu sangat mudah dimana segera dilakukan sosialisasi dengan transportasi yang sudah ada yang disinyalir ada gesekan sehingga perlu dilakukan pembicaraan.

“Apa dan bagaimana buat driver dan pengusaha pasti ada solusi agar tidak bergesekan di jalan,” ujarnya.

Kemudian lanjut Karsono, yang diperlukan BRT sebuah studi banding, dimana perlu ada subsidi pembiayaan dari pemerintah, seperti biaya operasional kendaraan.

“Misalnya di Yogyakarta tarif Rp11 ribu, dan masyarakat hanya membayar 3500 saja sisanya di subsidi, itu kan bisa. Kota Cirebon harus bisa,” ungkapnya.

Karsono menuturkan, Pemerintah Kota Cirebon belum ada pembicaraan secara matang bagaimana BRT beroperasi. Sehingga kerjasama apakah dengan pihak ke dua atau ke tiga tidak menjadi masalah.

“Siapa saja yang mengelolanya tergantung ada kesepakatan dan kesepamahan. Nah, sekarang kesannya jadi sulit begini. Perlu segera diperbaiki,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Akui Gampang Kelola BRT, Sekretaris Organda: Kesannya Jadi Sulit Begini"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*