Demi Efisienkan Anggaran, Disdik Merger 15 SDN Se-Kota Cirebon

Foto : Ist Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Adin Imanuddin Nur.

KESAMBI – Demi mengefektifkan dan mengefisiensikan anggaran, Dinas Pendidikan Kota Cirebon melakukan merger atau menyatukan beberapa SD Negeri yang berada di 5 kecamatan.┬áTotal ada 15 sekolah di 5 kecamatan tersebut yang dimerger menjadi 7 sekolah.

Ke 15 SD N tersebut ialah SDN Kebon Baru 4, 5 dan 7 di Kecamatan Kejaksan dilebur menjadi SDN Kebon Baru 4, SDN Kesunean 1 dan 2 di Kecamatan Lemahwungkuk yang dilebur menjadi SDN Kesunean 1, SDN Pegajahan 1 dan 2 di Kecamatan Pekalipan yang dilebur menjadi SDN Pegajahan 1, SDN Kesambi Dalam 1 dan 2 di Kecamatan Kesambi yang dilebur menjadi SDN Kesambi Dalam 1, SDN Sadagori 1 dan 2 di Kecamatan Kesambi yang dilebur menjadi SDN Sadagori 1, SDN Penggung 1 dan 2 di Kecamatan Harjamukti yang dilebur menjadi SDN Penggung 1, serta SDN Kalitanjung 1 dan 2 di Kecamatan Harjamukti yang dilebur menjadi SDN Kalitanjung 1.

Demikian dikatakan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Adin Imanuddin Nur kepada Cirebonpos di Kantornya, Kamis (27/6).

“Di luar Kecamatan Kejaksan, merger sudah kita lakukan pada 2018 dan sudah berjalan. Sementara untuk SDN Kebon Baru 4 di Kecamatan Kejaksan baru akan dimulai pada tahun ajaran 2019-2020 ini,” kata Adin.

Masih kata Adin, kepala SDN yang sekolahnya dilebur banyak yang memasuki masa pensiun.

“Tapi, kalau ada kepala SD yang belum masuk masa pensiun maka ia dirotasi ke SD lain,” ujarnya.

Aadin mengungkapkan, pertimbangan utama kenapa merger ini dilakukan adalah agar ada efektifitas penempatan kepala sekolah.

“Untuk mengefektifkan kepala sekolah, seperti yang kita ketahui Disdik selama ini diharapkan pada persoalan kurangnya ┬átenaga guru dan kepala sekolah, banyak guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Adin, untuk mengadakan kepala sekolah tidak mudah, sebab harus melalui seleksi, pelatihan, dan lain-lain. Sehingga jika banyak sekolah yang dilebur kan penempatan kepala sekolah menjadi efektif.

Selain itu, kata dia, ketika masih dipisahkan, sementara beberapa SD berada di satu komplek, mereka seringkali harus bergantian saat harus menggunakan lapangan.

“Misalnya, saat upacara bendera, tiap Senin itu mereka bergantian, sekolah A dulu baru sekolah lainnya. Kalau sudah dilebur kan tidak perlu bergantian lagi, karena sudah menjadi satu,” jelasnya

Ke depan, Disdik pun akan kembali melakukan merger.

“Ada kemungkinan SDN Kartini pun akan kita merger karena di situ ada beberapa SD di satu komplek, tapi kita akan melakukan kajian terlebih dahulu,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Demi Efisienkan Anggaran, Disdik Merger 15 SDN Se-Kota Cirebon"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*