Curah Hujan Mulai Meningkat, Kabid SDA DPUPR Antisipasi Banjir di Kota Cirebon

Foto : CP-06 Kepala Bidang SDA DPUPR Kota Cirebon, H Syarif.

KESAMBI – Curah hujan di Kota Cirebon belakangan ini intensitasnya semakin meningkat, terutama pada siang, sore sampai malam hari mulai jadi perhatian semua pihak. Pasalnya, dibeberapa titik, seperti jalanan hujan sebentar saja menimbulkan genangan air yang menggangu kelancaran arus lalulintas.

Hal itu seperti dikatakan, Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kota Cirebon, H Syarif, bahwa sebagian besar wilayah Kota Cirebon adalah dataran rendah, kecuali daerah Argasunya dan sekitarnya. Olehkarenanya, kata dia, potensi genangan air ataupun banjir bisa terjadi ketika hujan turun.

”Potensi genangan air di kota bisa saja terjadi, Kami akan antisipasi itu,” kata Syarif kepada Cirebonlos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/12).

Namun, Syarif mencatat, dari beberapa titik atau wilayah rawan banjir. Diantaranya adalah Kelurahan Kalijaga di wilayah situs petilasan Sunan Kalijaga. Rawan banjir sendiri  disebabkan sempitnya Sungai Kalijaga dengan debit air dari hulu yang melimpah. Dihilirnya terjadi sedimentasi dan pertemuan dengan Sungai Cikalong.

”Kadang dapat kiriman dari hulunya sehingga suangai bisa meluap. Kami minimalisir itu dengan pengerukan-pengerukan anak sungai,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Syarif, sekitar Sungai Kedungpane dibelakang SMA Kristen, kerawanan juga terjadi karena sungai yang menyempit pada wilayah Kabupaten Cirebon. Sedangkan yang masuk wilayah kota, lebar dan sudah dikeruk November lalu.

Selanjutnya, di Jalan Terusan Pemuda, drainase disepanjang jalan kecil dan tidak mampu menampung aliran air dari Bima dan Perjuangan. Jalan Satria, Langensari dan Sukasari juga rawan banjir penyebarannya ada pertemuan suasana sungai kecil dan daratannya lebih rendah.

”Kamk himbau agar masyarakat bersama menjaga lingkungannya sehingga genangan air bisa teratasi,” ungkapnya.

Kerusakan pintu air yang terjadi di Karanganyar Jagasatru rawan banjir, bila Sungai Suba (Kriyan) meluap. Air sungai masuk ke drainase perkampungan karena tidak tertahan pintu penutup.

“Dibeberapa tempat, pengaspalan jalan juga membuat lubang drainase dipinggirannya tertutup. Sehingga air tidak masuk ke saluran drainase dan menggenang di jalan,” paparnya.

Upaya yang dilakukan, kata dia, yakni melakukan normalisasi sungai dengan pengerukan sedimentasi. Baik dengan menggunakan backhoe maupun secara manual. Untuk drainase dalam kota juga dilakukan perbaikan dan pengerukan. (CP-06)

Be the first to comment on "Curah Hujan Mulai Meningkat, Kabid SDA DPUPR Antisipasi Banjir di Kota Cirebon"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*