KESAMBI – Tanaman Obat Keluarga (Toga) adalah sekumpulan tanaman yang berkhasiat sebagai obat untuk kesehatan keluarga, yang ditata menjadi sebuah taman baik di pekarangan rumah atau taman indoor sehingga memiliki nilai keindahan seperti tanaman hias.
Toga juga berfungsi dalam asuhan mandiri untuk meningkatkan asupan gizi keluarga, penghijauan lingkungan, mengembangkan inovasi keluarga dalam pengolahan hasil tanam obat dan menambah pendapatan keluarga.
Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika, Ns Dwiyanti Purbasari MKep menjelaskan, bahwa kandungan bahan berkhasiat dari tanaman obat atau kandungan bioaktif dibagi menjadi dua.
“Yang pertama yaitu Metabolit / senyawa primer yang merupakan hasil fotosintesis seperti gula/karbohidrat beserta turunannya, kedua Metabolit / senyawa sekunder yang merupakan perombakan hasil fotosintesis seperti senyawa alkaloid, terpenoid,” ungkap Yanti panggilan akrab Dwiyanti Purbasari.
Fungsi dari Tanaman Obat Keluarga (Toga) kata Ketua LPM Institut Mahardika tersebut bervariasi yakni, anti degeneratif diantarnya tanaman sambiloto, mengkudu, kumis kucing, jahe, kunyit, daya tahan tubuh (imunitas) diantaranya pegagan., meniran, temu lawak, lidah buaya, mahkota dewa, buah merah.
“Perawatan tubuh contoh aromaterapi, parfum seperti akar wangi, nilam, kenanga, mint, cendana; kosmetik seperti temu giring, kunyit, kencur, bengkoang, melati, kemangi, Afrodisiak yaitu tanaman obat yang dapat meningkatkan semangat, gairah seksual seperti cabe jawa, pasak bumi, kayu rapat, merica, tabat barito, purwoceng, sanrego,” jelas Yanti.
Tidak hanya itu, berdasarkan sumber dari Kementrian Kesehatan adapun cara pembuatan ramuan untuk dikonsumsi dari tanaman obat, yaitu dengan cara rebusan godogan bahan-bahan obat yang telah dicuci dimasukkan ke dalam air mendidih, kemudian dibiarkan selama 15-30 menit (untuk umbi, biji, kulit batang dan kayu) dan 10 – 15 menit (untuk daun dan bunga) dalam api yang kecil.
“Metode seduhan yaitu bahan-bahan ramuan obat dicampur dengan air panas, kemudian metode perasan yaitu bahan-bahan ramuan diperas hingga mengeluarkan air sari. Tanaman Obat Keluaraga (Toga) ini sebagai salah satu budaya tradisional bangsa Indonesia yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (CP-10)
Be the first to comment on "Mengenal Khasiat dan Cara Pengolahan Toga, Dosen Institut Mahardika Beri Penjelasan"