Walikota Minta BUMD Bermanfaat Seluas-Luasnya, DPRD Kritisi Serius Perumda Air Minum

Foto : CP-06 RAPAT PARIPURNA. Nampak Walikota, Drs Nashrudin Azis SH berikan sambutan di paripurna bersama DPRD di Griya Syawala, Selasa (7/1).

KEJAKSAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu berupaya untuk menghasilkan produk hukum atau perundang-undangan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cirebon.

Demikian dikatakan oleh Walikota Cirebon,  Nashrudin Azis, pada rapat paripurna DPRD Kota Cirebon tentang pengajuan Rancangan Peraturan daerah (Raperda) atas perubahan Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah dan Raperda tentang Pengelolaan BUMD di Kota Cirebon. Rapat paripurna di Griya Syawala, Selasa (7/1)

“Pada rapat paripurna kali ini, kami mengajukan dua raperda yang merupakan inisiasi dari Walikota Cirebon yaitu Raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang pembentukan produk hukum daerah serta raperda tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” kata Azis.

Raperda perubahan atas Perda Nomor 9 tahun 2016 menurut Azis, merupakan sinkronisasi dengan peraturan perundangan lainnya yang lebih tinggi. Dengan begitu, lanjut Azis, Raperda ini bisa menjadi instrumen dan pedoman dalam rangka pembentukan produk hukum di daerah.

“Penerapan produk hukum di daerah bisa terencana, terarah, sistematis, sinkron dan memiliki pandangan jauh ke depan,” ungkapnya.

Sedangkan Raperda tentang pengelolaan BUMD, kata Azis, diharapkan ke depannya bisa menjadi pedoman bagi pengelolaan BUMD di Kota Cirebon. Raperda tersebut diantaranya mengatur tentang kewenangan kepala daerah di BUMD, penyertaan modal, kepegawaian, satuan pengawas, komite audit, perencanaan operasi, pelaporan dan berbagai ketentuan lainnya.

“Melalui Raperda ini, keberadaan BUMD bisa memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah mengatakan, mayoritas pandangan fraksi atas Raperda BUMD mengkritisi Perumda Air Minum.

“Perumda Air Minum harus bisa menanggapi secara positif dengan membenahi pelayanan serta meningkatkan kinerjanya sehingga masyarakat terlayani dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Andru ini.

Andru mengakui, bawah Perumda Air Minum belum memberikan pelayanan maksimal dan banyak hal yang harus dibenahi.

“Bukan berarti BUMD yang lain tenang-tenang saja. Ini menjadi catatan serius. Evaluasi kelembagaan di BUMD kami bersepakat bahwa harus menjadi titik perhatian utama dari penyusunan Direksi, Dewan pengawas dan pegawai,” ujarnya.

Masih kata Andru, dalam rangka peningkatan kualitas SDM yang baik menjadi perhatian yang serius sehingga evaluasi SDM harus dilakukan.

“Yang bagus diberi penghargaan dan yang tidak bagus diberi punishment,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati Ama juga berharap produk perundang-undangan yang dihasilkan di Kota Cirebon bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk keperluan rakyat.

“Termasuk pengelolaan BUMD, selain bisa mendongkrak pendapatan asli daerah juga bisa memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Kota Cirebon,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Walikota Minta BUMD Bermanfaat Seluas-Luasnya, DPRD Kritisi Serius Perumda Air Minum"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*