Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke DPC, Beberapa Sayap Partai Gerindra Tolak Pencalonan Affiati Jadi Ketua DPRD

Foto : CP-06 MOSI TIDAK PERCAYA. Nampak beberapa Sayap Partai Gerindra dari Gardu Prabowo, Gerakan Kristiani Indonesia Raya dan SATRIA nyatakan mosi tidak percaya ke DPC Gerindra Kota Cirebon atas pengusulan calon Ketua DPRD Kota Cirebon ke DPP, Jumat (2/8).

HARJAMUKTI РPolemik pengusulan 2 nama Calon Ketua DPRD Kota Cirebon dari Partai Gerindra terus berlanjut.

Setelah sebelumnya Dewan Penasehat dan Pendiri Partai Gerindra Kota Cirebon yang akan mempolisikan siapapun yang menggunakan money politic untuk menjadi Ketua DPRD.

Kini, beberapa sayap Partai Gerindra menyatakan mosi tidak percaya kepada DPC dan akan mendatangi DPP guna memcabut usulan 2 nama Calon Ketua DPRD yakni Affiati dan Fitrah Malik.

Ketua Satuan Relawan Indonesia Raya, Munadi ST mengatakan, alam mengajukan nama, dirinya meminta untuk lebih mengutamakan pengurus dari pada kader yang baru. Dirinya pun meminta DPC, harus menganulir usulan tersebut dan diperbaharui kembali dengan memasuki nama pengurus DPC.

“DPC harus dibersihkan dari oknum yang mengakibatkan pembusukan partai dikemudian hari. DPC pun harus segera mencabut usulan nama Affiati sebagai calon Ketua DPRD,” kata Munadi kepada Cirebonpos saat press confrence didampingi rekannya, Jumat (2/8).

Kriteria yang akan menjadi Ketua DPRD, menurut Munadi, yang berasal dari struktural partai. Sehingga, bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat dan kepentingan internal partai.

“Nah, kalau orang yang baru datang di partai kemudian langsung jadi ketua, bisa apa. Akan repot kedepannya,” ujarnya.

Munadi pun tidak mengetahui proses usulan nama ke DPP untuk menjadi Ketua DPRD. Apalagi, dalam mekanisme proses usulannya tidak mengajak bicara semua sayap partai.

“DPC sudah semena-mena. Sementara proses tidak melibatkan secara keseluruhan komponem Partai Gerindra,” tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Gardu Prabowo, Dody Santoso mengatakan, situasi seperti ini bukan merupakan dinamika politik, akan tetapi kebobrokan pengurus partai. Dimana, dinamika itu ada mekanisme yang ditempuh, tetapi saat ini hanya menggunakan kepentingan pribadi semata.

“Jadi, ya bukan menggunakan salah satu mekanisme kepartaian itu,” kata Dody.

Dody juga meminta agar DPC menarik kembali surat usulan nama Calon Ketua DPRD yang telah berada di DPP. Dirinya pun terkejut dimana tiba-tiba DPC mengusulkan nama tanpa adanya musyawarah dan mufakat.

“Purcama saja ada AD/ART partai kalau tidak digunakan. Kalaupun DPC tidak menggubris, kami akan langsung datang ke DPP,” ujarnya.

Senada, Sekjen Gerakan Kristiani Indonesia Raya, Adi Hariadi SE mengatakan, situasi sekarang merupakan pembajakan jabatan strategis di Partai Gerindra Kota Cirebon. Ini adalah contoh abuse of power.

“Gerindra itu adalah partai kader dan menjadi terang buat Kota Cirebon dengan cara kegelapan. Jadi sangat tidak elok,” kata Adi.

Adi mengungkapkan, jujur, bersih dan santun itu teladan politik Prabowo Subianto harus dijadikan model untuk dijadikan oleh Gerindra Kota Cirebon bersih. Namun, kata dia, cara pragmatis yang ditujukan oleh Ketua DPC akan menghasilkan politik busuk yang tidak akan pernah memahami marwah

“Kami jelas akan mendorong ke ranah hukum atas indikasi dugaan money politic dalam proses pengusulan nama sebagai Ketua DPRD,” ungkapnya.

Masih kata Adi, pihaknya mendorong agar DPC Gerindra menjadi pioner bagi pengelolaan partai moderen. Kemudian, kata dia, hal tersebut bisa dijadikan sebuah pelajaran politik beradab dan bermartabat.

“Kami ingin Partai Gerindra bersih tidak ada money politic dalam menentukan jabatan apapun,” tandasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke DPC, Beberapa Sayap Partai Gerindra Tolak Pencalonan Affiati Jadi Ketua DPRD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*